Oleh: Darmiwandi, S.Ag. MH.
“ Mukernas PKP ( Antara Cinta, Cita dan Realita)
“Hari Ini Hitam Putih , Besok Perintah Turun”
Matahari tidak lagi menampakkan dirinya di hari sabtu itu. Ini sebuah pertanda bahwa gelap akan datang. Sebelum gelap muncul, penulis berdiri dari tempat duduk setelah makan sate menuju tempat tinggal di Lubuk Lanyak nama daerah dusunnya. Tidak lama sampai di rumah, urang rumahpun datang dari Bukittinggi mengurus urusan anak didiknya.
Tin : Da…ambo izin pai ka Gando yo.., Mancaliak dan maninjau keadaan. Jam bara uda pai beko?
Uda :Yo Tin. Pailah dulu, bia uda nan menunggu rumah. Anak-anak akan pai lo kasitu kini. Kalau alah mulai acara pembukaan, suruah anak-anak ka rumah sabanta, karano uda akan mancatat siapo dan apa yang disampaikan waktu acara pembukaan Mukernas.
Tin : Yo da.
Urang rumah / Istri dan dua orang anak gadis pergi ke lapangan Gando melihat acara hiburan dan pembukaan Mukernas PKP. Tinggallah penulis di rumah sendirian sambil istirahat agak sesaat. Berkisar jam 9 malam, datang tephon dari anak gadis yang tua. Dia mangatakan; “Ayah ma uke lapangan yah?”. Iya Nak. “Kalau gitu, Kia pulang dulu. Dan siap-siaplah ayah. Kia tiba di rumah, ayah langsung berangkat”. “Yo nak”. Jawab penulis.
Tidak lewat 15 minit setelah kami telphonan, penulis telah sampai di lokasi acara. Sebelum sampai di lapangan, penulis lihat kendaraan, baik mobil maupun motor telah berjejeran di pinggir jalan. Ada sebuah simpang menjelang lapangan bola kaki Gando, beberapa orang telah berdiri di tengah jalan dan memblokir jalan dengan dua buah bangku Panjang sebagai tanda larang untuk memasuki arena acara. Dengan keadaan demikian, penulispun memparkir honda di tepi jalan sebagaimana masyarakat lainnya lalu penulis berjalan kaki ke lokasi. Sepanjang perjalanan tidak ada seorangpun yang komlein, membangkan apalagi rebut karena jalan ditutup sementara. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat nagari Paninggahan sangat koperatif dan persuasif dalam menyikapi alek nagari.
Sampai di tepi lapangan, penulis tidak menuju tengah lapangan namun berdiri sesaat melihat dan memperhatikan suasana baik di pinggir maupun di dalam lapangan.
Masyaa Allah, luar biasa. Kalau sorenya penulis melihat masyarakat yang datang hanya ratusan. Tetapi malam itu, mungkin hitungan ribuan. Apakah mereka berdesakan? Tidak. Karena lapangan Gando cukup luas. Di sepanjang jalanpun penuh dengan orang yang datang. Jangankan mobil, motorpun sulit lalu lalang. Kalaulah boleh penulis mengingat, rasanya belum pernah penulis melihat orang sebanyak ini dalam sebuah acara yang diadakan di Nagari Paninggahan. Luar biasa? Memang. Tentu sekelas alek nagari dalam sebuah nagari dan jangan bandingkan dengan acara yang diadakan di kota-kota kecil dan besar lainnya.
Di palantaran rumah mamak Arman (alm) ada seorang mantan didik penulis (Diri) dan istrinya menjual sate. Di kursi dialah penulis duduk dengan teman-teman lainnya pada malam minggu itu. Sebelum duduk dengan teman-teman, penulis duduk bersama istri.
Acara hiburan yang sedang berlangsung, “terpaksa” dihentikan beberapa saat karena romongan dari Pemerintah Kabupaten dan Provinsi telah datang. Acara pembukaan pun dimulai. Mik dikendalikan oleh MC.
Satu persatu penulis dengarkan susunan acara. Sebagaimana biasanya, acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, pembacaan Kalam Illahi dan pembacaan do’a. Setelah itu baru kata-kata sambutan / arahan secara berurutan sesuai yang diagendakan oleh panitia pelaksana.
Dari sekian acara, lebih konden dengan siapa dan yang disampaikan oleh orang yang diberi amanah untuk berbicara di malam pembukaan Mukernas PKP 2022. Diantara pembicara yang penulis kutip pembicaraannya adalah;
1. H. Yoserizal, S. Ag, sebagai Wali Nagari Paninggahan. Beliau tampil dan berbicara dengan khasnya sendiri. Tanpa meninggalkan rasa Syukur, Salawat dan penghormatan kepada seluruh yang hadir, beliau menyampaikan beberapa hal yang sangat penting dan akan bermanfaat besar bagi masyarakat nagari Paninggahan pada khususnya, diantaranya;
1) Jalan Provinsi yang melewati nagari Paninggahan agar dilaksanakan sesuai wacana dan rencana selama ini oleh pemerintah provinsi.
2) Jalan tembus dari Paninggahan ke Lubuk Minturun Kota padang. Bial jalan tembus ini terwujud, maka peekonomian masyarakat Nagari Paninggahan akan semakin meningkat. Daerah rimbo hulu sangat banyak ladang-ladang masyarakat Nagari Paninggahan yang belum digarap dan tergarap. Terutama ladang kopi yang sangat luas. Rencana pembangunan jalan tembus Paninggahan ke Lubuk Minturun sudah bertahun-tahun direncanakan namun sampai sekarang belum menjadi kenyataan. Masyarakat Paninggahan dimanapun berada sangat mengharapakan cita-cita yang diidamkan ini menjadi kenyataan. Tentu kepada Bapak Gubernur harapan besar ini kami sampaikan. Bagaimana respon dari Bapak Gubernur Sumatera Barat??
2. Kasria Dedi, SE. Adinda Dedet dipercaya menjadi Ketua Panitia Mukernas PKP tahun 2022. Di tangan dingin beliau beserta dengan anggota panitia lainnya, didukung oleh masyarakat dan para tokoh, pelaksanaan acara pembukaan Mukernas PK cukup sukses, aman dan lancer. Dalam kata sambutan setelah Wali Nagari Paninggahan beliau menyampai hal-hal penting. Diantaranya;
1) Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan acara Mukernas PKP 2022 ini, baik moril maupun materil. Acara ini disponsori oleh beberapa sponsor serta dimeriahkan oleh beberapa orang artis Sumbar.
2) Ucapan maaf yang tidak terhingga karena bagaimanapun lancar dan suskesnya sebuah acara sudah dipastikan ada kekurangan dan kelemahan disana sini.
3) Selain menyampaikan ucapan terima kasih dan maaf, Kasria Dedi juga menginformasi sekilas tentang agenda dan jadwal Mukernas 2022, yakni di SMAN. 1 Junjung Sirih. Beliau berharap, agar kita dapat menghadiri dan berperan aktif dalam acara tersebut demi kemajuan dan kemaslahatan Nagari Paninggahan yang akan datang.
3. H. Mahyeldi Ansyarullah, S.P. Beliau adalah Gumbernur Sumatera Barat periode sekarang. Kedatangan beliau ke Nagari Paninggahan kali ini bukanlah kali pertamanya. Belaiu telah beberapa kali datang ke Nagari Paninggahan yang tercinta ini. Nagari paninggahan bukanlah nagari asing bagi beliau. Beliau sangat banyak kenal dan dekat dengan masyarakat Nagari Paninggahan, baik yang di rantau maupun di kampung halaman.
Dalam kata sambutan, arahan dan sebelum acara dibuka secara resmi, beliau menyampaikan dan menanggapi beberapa hal, diantaranya:
1) Rasa syukur, Salawat dan Salam serta penghormatan kepada masyarakat Paninggahan karena tidak mungkin disebutkan satu persatu. Seperti juga disampaikan oleh pembicara sebelumnya.
2) Beliau telah banyak menghadiri acara / kegiatan di Sumatera Barat, namun beliau belum melihat dan menyaksikan langsung sebanyak ini masyarakat yang menghadirinya. Acaranya sangat meriah dan partisipasi masyarakat yang kuat. Semuanya ini tentu tidak terlepat dari rasa persatuan dan persaudaraan yang tinggi antara anak Nagari Paninggahan, baik yang di rantau maupun yang di ranah. Mereka saling membantu dan mengingatkan. Generasi muda yang dipercaya dibimbing oleh yang tua. Yang tua dihormati oleh yang muda. Tanpa adanya persatuan yang kuat, mungkin acara semeriah dan sebesar ini tidak akan terlaksana. Inilah PKP; Persatuan Keluarga Paninggahan.
3) Sebagaimana yang disampaikan oleh Wali Nagari Paninggahan tentang jalan tembus dari Paninggahan ke Lubuk Minturun Kota Padang. Ini telah dibicarakan juga sebelumnya terutama saat adanya pertemuan di Jakarta. Rencana in akan dipelajari dan dintindaklanjuti kembali.
4) Berkaitan dengan rencana pembangunan dan pelebaran jalan Provinsi dari Sumani ke Simpang Payo yang melewati Nagari Paninggahan yang dimohonkan oleh Wali Nagari dalam kata sambutan sebelumnya, beliau tidak terlalu banyak mengomentari tetapi hanya pernyataan / komitmen tegas keluar dari bahasa beliau untuk kita semua. Perntaan beliau adalah; “APABILA DISERAHKAN KEPADA SAYA PEMBEBASAN TANAH SECARA HITAM DI ATAS PUTIH HARI INI, MAKA BESOK AKAN SAYA KERAHKAN DAN PERINTAHKAN UNTUK MENGERJAKAN JALAN TERSEBUT”
5) Setelah memberikan kata sambutan, arahan dan tanggapan, beliau meminta seluruh pemuka masyarakat untuk manaiki panggung/pentas untuk MEMBUKA SECARA RESMI SECARA BERSAMA-SAMA. Dengan kalimat BASMALAH, Seluruh masyarakat Paninggahan yang hadir sama-sama mengucapkan BASMALAH yang dikomandoi oleh Bapak Gubernur sebagai tanda telah dibukanya acara MUKERNAS PKP TAHUN 2022 di Nagari Paninggahan.
Berkaitan dengan point 3 dan 4 yang disampaikan oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat, masyarakat sangat senang hati dan gembera mendengarnya, karena harapan mereka akan terwujud. Namun muncul pertanyaan dan tanggapan dari sebagian yang lain; Apakah semudah itukah? Dan apakah mau dan mampu tokoh-tokoh masyarakat dan pengambil kebijakan/keputusan memenuhi permintaan gubernur???
Hanya itu yang penulis goreskan dari sekian banyak tokoh yang menyampaikan kata sambutan pada malam pembukaan Mukernas PKP. Semua beliau meyampaikan bahasa yang hampir sama, yakni ucapan terima kasih, maaaf, harapan, apresiasi dan lainnya.
Apa dan bagaimana acara selanjutnya setelah MUKERNAS PKP 2022 dibuka oleh Bpk. Gubernur Sumatera Barat?. Apakah acara langsung selesai dan usai?. Atau masyarakat membubarkar diri dan lari meninggalkan lapangan?. Yang jelas, Penulis masih duduk bercerita dan bercanda dengan teman-teman di kursi yang diduduki dari awal datang sampai jam 01.47.WIB dini hari.
Bersambung……………..






