Peringati Hari Santri Nasional ke-10, Ratusan Santri Ikuti Upacara di Ponpes Al Mumtaz Kota Solok

Kota Solok  |  mentrengnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-10 tahun 2025, seluruh pondok pesantren se-Kota Solok melaksanakan upacara bersama yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al Mumtaz, Rabu (22/10/2025). Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam kegiatan tersebut.

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri sekitar 400 tamu Undangan termasuk santri dari berbagai pondok pesantren, serta 30 peserta didik madrasah, serta tamu undangan.

Bacaan Lainnya

Turut hadir Ketua DPRD, unsur Forkopimda Kota Solok, Kajari, Damdim 0309, Kapolres Solok Kota, Pengadilan Negri, Pengadilan Agama, KAN, LKAM, Bundo Kanduang, ketua MUI, Ketua Baznas, Ketua NU, Kabag Kesra, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kominfo, Ketua GPANSOR, Kepala KUA kecamatan se Kota solok, Kepala Madrasah se Kota Solok, Pimpinan Ponpes se Kota Solok Pimpinan Bank BSI, Pipmpinan Bank Nagari Syariah, Ketua FKDT dan sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam amanatnya, Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Nasaruddin Umar. Ia menyampaikan bahwa Hari Santri tahun 2025 merupakan momen istimewa, karena menandai satu dekade sejak Hari Santri ditetapkan secara resmi oleh pemerintah pada tahun 2015.

“Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Dalam rentang waktu itu, kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan santri dalam berbagai bidang kehidupan,” ujar H. Suryadi Nurdal.

Dijelaskan pula bahwa penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada peristiwa bersejarah Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari. Resolusi tersebut berisi fatwa kewajiban berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan.

Hari Santri tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”. Tema ini, menurut Suryadi, mencerminkan semangat santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan bangsa.
“Santri hari ini tidak cukup hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga harus mampu menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia. Dunia digital harus menjadi ladang dakwah baru para santri,” tegasnya.

Dalam akhir pembacaan amanat, Wakil Wali Kota menyampaikan pesan kepada seluruh santri di Indonesia agar terus menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya.

“Rawatlah tradisi pesantren, tetapi peluk juga inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, hingga ke ranah internasional. Karena dari tangan santri, masa depan Indonesia akan ditulis,” tutupnya.

Upacara Hari Santri Nasional ke-10 di Kota Solok menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat juang, keilmuan, dan kebangsaan para santri dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus merintis peradaban masa depan yang lebih baik. (helda)

Pos terkait