Kota Solok | Mentrengnews.com – Mengawali pekan pertama di bulan Februari, keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Solok melaksanakan upacara bendera dengan suasana yang berbeda. Sebanyak kurang lebih 1.000 siswa beserta guru dan staf memadati halaman madrasah yang dikenal asri dan hijau pada Senin pagi (2/2/2025).
Di bawah cuaca pagi yang sejuk, upacara berlangsung penuh khidmat. Momentum ini tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi juga menjadi sarana konsolidasi mental bagi seluruh warga madrasah dalam menyambut agenda besar keagamaan dan peningkatan mutu pendidikan.
Edi Ridwan, yang bertindak sebagai Pembina Upacara, dalam amanatnya memberikan penekanan khusus pada kesiapan spiritual. Mengingat bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, ia mengajak seluruh siswa dan tenaga pendidik untuk mulai menata diri.
“Sebagai muslim, kita akan segera memasuki bulan Ramadan. Persiapan diri harus dimulai dari sekarang, salah satunya melalui kegiatan pembelajaran yang lebih bermakna. Saya berharap siswa mampu memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan mematuhi seluruh regulasi yang ada di madrasah,” ujar Edi di hadapan ribuan peserta upacara.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MTsN Kota Solok, Marta Rinalson, menegaskan bahwa upacara bendera setiap hari Senin adalah instrumen penting dalam membentuk karakter. Menurutnya, disiplin bukanlah sekadar aturan, melainkan fondasi utama untuk meraih impian.
“Kesuksesan membutuhkan sikap disiplin yang konsisten. Dari disiplin itulah lahir rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri. Jika karakter ini sudah terbentuk, maka proses belajar mengajar di madrasah akan terasa lebih bermakna dan membuahkan hasil yang maksimal,” tegas Marta Rinalson.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen MTsN Kota Solok dalam menyeimbangkan antara aspek kognitif dan pembentukan akhlak (karakter). Dengan jumlah siswa yang mencapai seribu orang, penanaman nilai disiplin secara kolektif menjadi kunci agar lingkungan belajar tetap kondusif dan harmonis.
Kondisi “Halaman Hijau” yang menjadi lokasi upacara juga memberikan atmosfer positif, menciptakan kenyamanan bagi para siswa dalam menyerap pesan-pesan moral yang disampaikan oleh pimpinan madrasah. (helda/Yet)






