Kota Solok | Mentrengnews.com – Mengawali bulan suci dengan penuh keberkahan, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok memberikan arahan pembinaan pada kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H di MTsN Kota Solok, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan tahunan ini membawa misi besar, yakni “Membentuk Generasi Rabbani yang Cerdas, Beradab, dan Berintegritas”.
Dalam sambutan pembukaannya, Plt. Kepala Kemenag menyampaikan ucapan Marhaban ya Ramadhan 1447 H sekaligus mengapresiasi dedikasi keluarga besar MTsN Kota Solok yang terus berkomitmen menyelenggarakan kegiatan keagamaan bagi siswa. Beliau menekankan bahwa Pesantren Ramadhan tidak boleh sekadar menjadi rutinitas formalitas atau menggugurkan kewajiban sekolah, melainkan harus menjadi sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) yang sesungguhnya.
Menghadapi dinamika zaman, beliau juga menyoroti mengapa Ramadhan tahun ini harus dihayati secara berbeda. Usia remaja MTs, menurutnya, adalah fase paling krusial dalam pembentukan karakter, terutama di tengah gencarnya arus digitalisasi dan pengaruh media sosial.
“Ramadhan di tahun 2026 ini harus menjadi momentum re-booting mental dan spiritual kalian,” tegasnya di hadapan ratusan siswa yang hadir.
Untuk mewujudkan generasi Rabbani, Plt. Kepala Kemenag menjabarkan 3 Pilar Utama Karakter (3C) yang harus tertanam dalam diri setiap siswa MTsN:
1. Cerdas Spiritual: Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus diisi dengan menghidupkan malam-malam Ramadhan melalui interaksi dengan Al-Qur’an.
2. Cerdas Intelektual: Waktu luang saat puasa harus dimanfaatkan untuk membaca dan menambah ilmu, bukan sebaliknya, dihabiskan hanya untuk tidur.
3. Cerdas Emosional (Adab): Menunjukkan kematangan karakter dengan senantiasa menghormati guru, berbakti kepada orang tua, dan menyayangi sesama teman.
Lebih lanjut, pesan penguatan Moderasi Beragama sejak dini turut disematkan. Beliau mengingatkan agar siswa MTsN menjadi muslim yang Rahmatan lil ‘Alamin, mampu menghargai perbedaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, serta secara tegas menjauhi paham-paham radikal dan segala bentuk tindakan perundungan (bullying).
Menyikapi fenomena lekatnya gawai di tangan pelajar, Kemenag juga memberikan pesan khusus terkait etika berteknologi di bulan suci. Siswa diberikan tips agar mengurangi kebiasaan scrolling lini masa yang tidak bermanfaat. Sebaliknya, gadget diarahkan untuk mengakses konten-konten dakwah maupun murottal Al-Qur’an.
“Jadikan jempolmu sebagai ladang pahala, bukan justru menjadi sumber dosa karena digunakan untuk ghibah atau menyebar hoaks,” pesannya mengingatkan.
Arahan pembinaan ini diakhiri dengan sebuah pesan penutup yang mendalam dan menggugah semangat para siswa. “Kota Solok butuh pemuda yang tidak hanya hafal rumus matematika, tapi juga sujudnya lama kepada Allah,” pungkasnya, yang disambut dengan gemuruh kalimat Amin dari para hadirin.(helda)






