Mukomuko, Bengkulu | Mentrengnews.com – Proyek pembangunan irigasi di Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, yang baru seumur jagung, kini menjadi sorotan. Kelompok tani setempat mempertanyakan kualitas proyek yang didanai dari APBD Kabupaten Mukomuko tahun 2025 ini, lantaran sudah mengalami kerusakan meski belum lama difungsikan, menimbulkan kekecewaan dan kerugian bagi petani setempat.
Irigasi Baru Dibangun Sudah Retak: Kualitas Diragukan, APBD Terbuang Sia-Sia
Keluhan ini datang dari Kelompok Tani Talang Sepakat, yang mengungkapkan bahwa irigasi tersebut sudah mengalami retak di beberapa titik, padahal baru saja dibangun. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan, mengingat fungsi vital irigasi bagi kelancaran pertanian di wilayah tersebut. “Irigasi ini baru dibangun, tapi sudah retak. Kami khawatir ini akan berdampak pada pasokan air untuk sawah kami,” ujar salah seorang anggota Kelompok Tani Talang Sepakat, menunjukkan kekhawatiran dan ketidakpercayaan petani terhadap kualitas proyek.
Kontraktor Tidak Jelas, Pengawasan Lemah: Hasil Kerja Asal-Asalan
Lebih lanjut, Kelompok Tani Talang Sepakat juga mengaku tidak mengetahui CV mana yang mengerjakan proyek irigasi tersebut. Mereka juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, sehingga kualitas pekerjaan diduga tidak sesuai dengan standar yang diharapkan. “Kami tidak tahu siapa kontraktornya. Pengawasannya juga sepertinya kurang ketat, sehingga hasilnya seperti ini,” imbuh anggota kelompok tani lainnya, menunjukkan adanya dugaan ketidaktransparanan dan lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan proyek.
Investigasi Mendesak: Pemerintah Diminta Tanggung Jawab, Perbaiki Kerusakan
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius dan perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Pemerintah Kabupaten Mukomuko diharapkan dapat melakukan investigasi terhadap proyek irigasi di Ranah Karya ini, guna mengetahui penyebab kerusakan dan memastikan perbaikan segera dilakukan, menunjukkan tuntutan akan adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah yang merugikan petani.
Tingkatkan Pengawasan Proyek, Libatkan Masyarakat: Transparansi Kunci Utama
Selain itu, penting juga untuk meningkatkan pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan infrastruktur di daerah, agar kualitas pekerjaan dapat terjaga dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Transparansi dalam pengadaan proyek dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan juga menjadi kunci penting dalam mencegah terjadinya proyek bermasalah seperti ini, menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat dan transparansi dalam pengawasan proyek pembangunan.
Proyek Irigasi Berkualitas Investasi Jangka Panjang: Jangan Asal-Asalan
Proyek irigasi yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang yang akan mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat lebih serius dalam memastikan kualitas setiap proyek pembangunan yang dilaksanakan, menunjukkan pentingnya komitmen pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan. (Tim PPWI/Red)






