Mentreng.com | Jakarta – Pengunduran diri dua staf khusus (stafsus) Jokowi menjadi tanda tanya besar bagi kalangan anak muda.
Andi Taufan Garuda Putra. Sebelumnya, Adamas Belva juga menyatakan mundur dari posisi ini.
Andi Taufan sudah meminta maaf atas surat tersebut. Surat itu pun sudah ditarik kembali.
Belva Davara sebelumnya mundur dari jabatan Staf Khusus Presiden karena tak menginginkan ada polemik berkepanjangan terkait dugaan konflik kepentingan perusahaannya, Ruangguru, dan Kartu Prakerja.
Menarik dengan kedua kasus pengunduran staf khusus jokowi tersebut, di medsos muncul nama baru yang digadang – gadang akan menggantikan posisi mereka. Ialah pemuda bernama Gugun Gumilar.
” Gugun Gumilar sosok yang pas menggantikan stafsus presiden jokowi “, ujar Marcel Soselisa.
Pemuda asal Papua Barat tersebut mendorong presiden jokowi untuk segera mencari pengganti yang tepat apalagi disaat Corona (Covid – 19) sosok anak muda harus menjadi garda terdepan.
Gugun Gumilar dikenal sebagai Duta Muda PBB tahun 2013-2014,pendiri NGO kepemudaan Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia. Saat ini Gugun sedang menyelesaikan studi Ph.D di bidang Philosophy and Religion di Dublin, Irlandia. Sosok Gugun sudah tidak asing lagi di kawasan Amerika dan Eropa.
Dikutip dari Merdeka. com, pemuda bernama Gugun Gumilar sudah tidak asing lagi di kalangan diplomat Amerika. Ia pernah menjadi tokoh pemuda Indonesia yang diundang oleh Departemen Amerika Serikat pada 7 hingga 11 Mei 2016 untuk diskusi dengan Deputy Secretary of the State Department Antony Blinken Congressman (DPR) Rick Nolan, dan Center for Strategic International Studies, Richard Sorrow.
Gugun Gumilar lahir di Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia pada 20 April 1989. Ia memperoleh gelar MA dalam the study of religion dengan predikat cum laude di Hartford, Amerika Serikat pada tahun 2014. Gugun Gumilar dikenal sebagai intelektual muda, Aktivis Pemuda Indonesia, Pemimpin Muda Global Indonesia, dan Pendiri / Direktur Eksekutif Institut Demokrasi dan Pendidikan (IDE) Indonesia. Di kutip dari berbagai berita Voice of America (VoA) di Washington DC, Gugun sering mengisi kegiatan diskusi VoA dan disiarkang langung ke stasiun televisi di Indonesia. (mi/rls)






