Kota Solok | Mentrengnews.com – Gema selawat dan derap langkah ratusan peserta pawai taaruf mewarnai kawasan Gawan, Kelurahan Tanah Garam, pada Senin (2/2). Momentum ini menandai dibukanya prosesi Khatam Al-Qur’an di Masjid Al-Aqsha, sebuah tradisi religius yang tetap lestari sebagai simbol kelulusan dasar bagi anak-anak di Kota Solok dalam menuntaskan bacaan kitab suci.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, didampingi Ketua DPRD beserta jajaran anggota legislatif, unsur pimpinan kecamatan (Camat), Lurah, hingga jajaran RT/RW. Tak ketinggalan, tokoh masyarakat, alim ulama, dan cadiak pandai turut hadir memperkuat sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam pembangunan mental spiritual.
Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PDPP) memberikan wejangan yang menyentuh esensi pendidikan agama. Beliau menekankan bahwa khatam bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan pintu gerbang menuju pemahaman yang lebih dalam.
“Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat karib. Di era disrupsi informasi seperti sekarang, Al-Qur’an adalah kompas untuk menyelesaikan segala persoalan. Anak-anak yang menjaga interaksinya dengan kitab suci akan tumbuh menjadi pribadi yang saleh, memiliki akhlak yang terjaga, serta memiliki adab yang tinggi kepada orang tua dan guru,” pungkasnya.
Kemenag juga berpesan agar para santri terus melakukan akselerasi dalam memperbaiki kualitas bacaan (tahsin) dan meningkatkan hafalan (tahfidz), yang dibarengi dengan penyempurnaan ibadah salat sebagai tiang agama.
Ramadhani Kirana Putra, Wali Kota Solok dalam sambutannya mengapresiasi semangat gotong royong warga Tanah Garam. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan seorang anak menjadi ahli Qur’an tidak lepas dari peran aktif orang tua yang mendampingi di rumah.
“Pemerintah Kota Solok menyadari bahwa pembangunan infrastruktur fisik harus sejalan dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter. Oleh karena itu, bantuan untuk rumah ibadah, dukungan terhadap kegiatan keagamaan, hingga perhatian khusus bagi kesejahteraan guru MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah) tetap menjadi prioritas kami,” ujar Wali Kota.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan syiar Islam, Wali Kota secara pribadi memberikan santunan senilai Rp1.000.000,- untuk mendukung operasional panitia khatam. Beliau juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, ketertiban, dan kenyamanan di lingkungan masjid.
Kegiatan khatam ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan bagian dari implementasi filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Pawai taaruf yang meriah menjadi sarana syiar bagi masyarakat sekitar bahwa pendidikan agama adalah pondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Solok yang dikenal sebagai “Kota Beras Serambi Madinah”.
Kehadiran para tokoh cadiak pandai dalam acara ini juga menegaskan kembali fungsi tungku tigo sajarangan dalam mengawal tumbuh kembang generasi muda agar tidak tergerus oleh pengaruh negatif zaman. (helda)






