Simbol Transformasi Digital, Plt. Kakan Kemenag Kota Solok Tekankan Transformasi dan Disiplin dalam Pembinaan GTK Madrasah

Kota Solok  |  Mentrengnews.com – Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok, H. Amril, membuka secara resmi sekaligus menjadi narasumber utama dalam kegiatan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah se-Kota Solok. Acara yang berlangsung di Masjid Agung Kota Solok pada Senin (09/02/2026) ini dihadiri oleh jajaran Pengawas Sekolah, Staf Penmad, Kepala Madrasah, Kaur TU, hingga operator EMIS.

Dalam arahannya, H. Amril menegaskan pentingnya setiap GTK untuk memahami Tugas dan Fungsi (Tusi) masing-masing guna menjaga profesionalisme kerja. Ia mengimbau agar seluruh aparatur fokus pada tanggung jawabnya tanpa mencampuri urusan teknis di luar kewenangannya.

H. Amril menyampaikan bahwa pembinaan ini membawa empat tujuan besar bagi kemajuan pendidikan Islam di Kota Solok:
1. Transformasi Madrasah: Mewujudkan madrasah yang mandiri dan berprestasi.
2. Peningkatan Kompetensi: Mengasah kemampuan pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional pendidik.
3. Penguatan Karakter: GTK diharapkan menjadi Role Model (Uswah Hasanah) dan menjaga marwah lembaga di masyarakat.
4. Sinkronisasi Visi: Menyamakan langkah dalam satu komando untuk mencapai target E-Kinerja.

Lebih lanjut, H. Amril menyoroti tantangan dunia pendidikan saat ini, di mana digitalisasi bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Ia juga menekankan bahwa kualitas lulusan adalah “wajah” dari keberhasilan madrasah, terutama dalam persaingan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan dunia kerja.

“ASN Kemenag harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai toleransi melalui Moderasi Beragama guna menjaga harmoni di tengah keberagaman,” tambahnya.

Di akhir paparan, Plt. Kakan Kemenag mengingatkan pentingnya disiplin waktu dan administrasi, termasuk ketertiban laporan E-Kinerja. Ia mendorong guru untuk bertransformasi menjadi fasilitator kreatif dan memberikan pelayanan prima bagi siswa maupun orang tua murid.

“Pelayanan prima adalah saat orang tua datang dengan wajah bingung, namun pulang dengan senyum puas karena terbantu,” pungkasnya. (helda)

Pos terkait