SMKN 2 Padang Panjang Klarifikasi Terkait Video Siswa Mereka Bermain Koa dalam Kelas

Mentreng.com  |  Padang Panjang – Tiga siswa SMKN 2 Padang Panjang membuat video aktivitas mereka bermain ceki (koa) dalam kelas saat guru menerangkan pelajaran. Salah satu di antara siswa itu mengunggah video tersebut di akun TikTok-nya.

Wakil Kepala SMKN 2 Padang Panjang Bidang Kehumasan, Vico Benzito dalam keterangan rilisnya pada Senin (18/08/2025) mengatakan bahwa ketiga siswa tersebut merupakan siswa kelas XI Jurusan Broadcasting. Ia menyebut bahwa ketiga siswa itu membuat video tersebut pada Jumat (1/8/2025) saat guru Bimbingan Konseling menerangkan pelajaran.

“Pihak sekolah sudah memanggil ketiganya. Saat ditanya, mereka mengaku membuat video itu hanya untuk iseng, bukan bermain ceki sungguhan. Videonyo hanya 10-15 detik. Mereka tidak menyangka video itu viral. Setelah video itu viral, mereka menghapus video itu dan meminta maaf kepada pihak sekolah,” Tutur Vico.

Vico mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil orang tua ketiga siswa tersebut. Ia menyebut bahwa para orang tua meminta maaf sambil menangis atas kenakalan anak mereka.

Sebagai sanksi, kata Vico, pihaknya mewajibkan ketiganya untuk membuat satu video satu minggu yang berisi tentang sisi positif sekolah sesuai dengan jurusan mereka dan mengunggah video itu di akun media sosial masing-masing. Pihaknya memberikan sanksi itu karena ketiga siswa sudah mencoreng nama sekolah sehingga membuat sekolah malu. “Mereka juga diwajibkan untuk masuk kelas tahfiz. Mereka harus hafal juz 30 sampai Desember tahun ini,” tutur Vico.

Setelah video ketiga siswa main ceki dalam kelas saat guru menerangkan pelajaran viral di media sosial, banyak warganet yang meminta penyelenggara sekolah untuk mengeluarkan mereka dari sekolah. Mengenai hal itu, Vico mengatakan bahwa pihaknya memilih sanksi yang mendidik untuk diberikan kepada ketiga siswa itu untuk membina ketiganya.

“Kalau mereka dikeluarkan dari sekolah, mungkin mereka bertambah nakal. Anak nakal harusnya dididik, bukan dikeluarkan dari sekolah,” ucapnya.

Atas viralnya video itu, Plt. Kepala SMKN 2 Padang Panjang, Yusma Elda, membuat video klarifikasi dan permohonan maaf. Dalam video klarifikasinya, Yusma mengatakan, “Kami atas nama SMKN 2 Padang Panjang mohon maaf yang sebesar-besarnya atas viralnya video yang dibuat siswa kami. Itu jujur kami akui memang siswa kami. Itu di luar kendali kami. Jadi, kami sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk seluruh warga Kota Padang Panjang khususnya, dan seluruh masyarakat Sumatera Barat umumnya, terutama orang tua, , kami mohon maaf atas kejadian ini. Atas nama civitas akademica SMKN 2 Padang Panjang sekali lagi kami mohon dukungan untuk tetap berbenah dan memperbaiki diri. Semoga ke depan kualitas pembelajaran di SMKN 2 Padang Panjang semakin membaik dan kami mohon dukungan yang sebesar-besarnya.”

Vico mengatakan bahwa awalnya ketiga siswa itu yang akan membuat video klarifikasi dan permohonan maaf atas video mereka yang viral. Namun, penyelenggara sekolah khawatir ketiga dirundung (bully) oleh warganet jika mereka melakukan hal itu. Karena itu, Plt. Kepala SMKN 2 Padang Panjang yang membuat video klarifikasi dan permohonan maaf. (Dion).

Pos terkait