Tanah Kebun Sawit Yang Bermasalah Dibongkar Presiden RI

Mentreng.com | Tanah Datar, Sumbar – Setidaknya 3,7 Hektar tanah kebun sawit bermasalah di lndonesia. Hal itu di kata kan Presiden R.I Probowo Subianto dalam acara “Temu dengan Media” di TV One, Senin malam tgl 7 April tahun 2025.

Sawit tanaman yang potensinya menjanjikan bagus dan rancak. Karena harganya cukup memuaskan peserta sawit. Disam ping itu sawit panennya 3 sampai 4 kali dalam satu bulan. Bahkan sawit yang diberi pupuk dengan pupuk berkualitas bisa panen tiap minggu.

Tanaman sawit dapat dikatakan tanaman primadona. Sehubungan dengan itu tidak diherankan banyak diantara pengusaha berburu berkebun sawit. Namun dalam berburu dan berkejar-kejar untuk berkebun sawit tidak terkecuali ada yang terlupakan.

Walaupun yang lupa dari tingkat bawah, masalahnya akan timbul dikemudian hari. Antara lain, lupa ketika dalam cara mendapatkan tanah untuk kebun itu. Misalnya sebagaimana yang diungkapkan Presiden 3, 7 juta Hektar tanah kebun sawit bermasalah. Persoalan itu bagaikan duri dalam daging dan agar tidak ada yang dirugikan perlu masalahnya diselesaikan secara tuntas.

Sebelumnya Minggu (9/2-2025) dalam acara hari pers nasional (HPN) St.Syahril Amga wartawan dari Batusangkar, Suma tera Barat mengatakan, dari hasil study bandingnya kehutan sawit, kurang lebih 20.000,- (duapuluh ribu) hektar tanah kebun sawit bermasalah di Sumbar.

Acara yang dihadiri oleh ribuan orang di Pekan Baru Provinsi Riau itu, wartawan tersebut juga menyebutkan, belum tertutup peristiwa yang sama terjadi pada Provinsi lain. Baik pada Provinsi Riau sekalipun, maupun di Provindi Bengkulu. Jambi dan Provinsi Kalimantan Timur dan Barat serta pada Provinsi lainnya. Persoalan tanah ter sebut jika memang ada tidak perlu dibiar kan begitu saja.

Justru tanah hanya satu kali diciptakan oleh Allah Yang Maha Kuasa. Sementara manusia yang membutuhkan tanah itu lahir tiap hari, kendatipun program keluarga berencana (KB) sudah diluncurkan, bahkan sudah diterapkan dari era Presiden Ke-2 lndonesia, namun yang kelahiran manusia tetap juga bermunculan. Hingga kini penduduk lndonesia sudah lebih kurang sudah 284 juta kesemuanya butuh tanah.

Kebutuhan tanah adalah yang tidak bisa ditawar-tawar lagi apa lagi pada masa mendatang. Barang kali itulah diantaranya maka Presiden R.I. Probowo Subianto mengungkapkan 3, 7 juta Ha tanah kebun sawit berma salah. Dari penyampaian Presiden itu jelaslah sinyalnya, bahwa setiap masalah harus diselesaikan dengan cara baik- baik.

Penyelesaian masalah yang tidak tuntas dengan cara musyawarah mufakat bisa saja berlanjut keranah hukum. Namun tentu yang merasa dirugikan akan minta negara menyelesaikannya. Oleh negara tentu saja melalui lembaga yudikatifnya.

Namun untuk itu, yang diharapkan oleh pihak pencari keadilan dari oknum pemberi putusan adalah putusan yang sebe nar-benarnya adil. Keadilan yang sebenar-benarnya adil itu adalah harapan Presiden bersama rakyatnya. Akan tetapi tentu akan bertolak dari bukti dan data serta fakta yg terungkap dari proses peradilan dan bukan dengan bukti yang dibuat belakangan. (Da tuok)

Pos terkait