Mentreng.com | Kota Solok — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Solok kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang tahunan Rang Solok Baralek Gadang 2025 yang dilaksanakan pada tanggal 11 September 2025. Dalam lomba instalasi jerami tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Solok yang digelar oleh Dinas Pariwisata, tim MAN Kota Solok berhasil meraih Juara 2 berkat karya kreatif mereka yang mengangkat tema Warisan Budaya Minangkabau, Senin (15/09/25)
Instalasi jerami yang dibuat oleh tim MAN Kota Solok menampilkan dua ikon budaya Minangkabau yang sarat makna, yakni Rangkiang dan Tong Padi. Kedua simbol ini dipilih sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai budaya yang kini mulai dilupakan oleh generasi muda.
“Kami sangat senang dan bangga atas pencapaian ini. Karya ini kami buat dengan semangat kebersamaan dan membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk penyelesaian. Salah satu kebanggaan kami adalah ketika salah satu karya diminta panitia untuk diletakkan di sebelah panggung kehormatan,” ujar Adam Khadafi salah satu anggota tim.
Tim instalasi jerami MAN Kota Solok terdiri dari siswa-siswa berbakat seperti Adam Khadafi, Safir Ridho Basit, Aqil, Arfan Maulana, Patri Al Hakim, Chelsea Juwita, Akmal Jamil, serta sejumlah anggota lainnya. Mereka menunjukkan kekompakan dan kreativitas luar biasa dalam mewujudkan karya yang bernilai estetis dan edukatif.
Kepala MAN Kota Solok, Marion, turut menyampaikan rasa bangga atas capaian siswa-siswinya. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana banyak generasi muda tidak lagi mengenal simbol-simbol penting dalam budaya Minangkabau.
“Rangkiang adalah lambang kemakmuran dan kearifan lokal dalam budaya Minangkabau. Bangunan ini biasanya terletak di halaman Rumah Gadang sebagai tempat penyimpanan padi. Kami bangga anak-anak bisa mengangkat kembali nilai-nilai ini melalui karya mereka,” ujar Marion.
Senada dengan itu, Nindi Imelda, selaku pembina kegiatan lomba, menyatakan bahwa dirinya sangat bangga dengan dedikasi dan kreativitas para siswa. Ia berharap, pencapaian ini bisa menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mencintai budaya lokal.
Partisipasi MAN Kota Solok dalam lomba ini juga selaras dengan semangat dan slogan Kota Solok sebagai “Kota BERAS Serambi Madinah” — Bersih, Elok, Rapi, Aman, dan Sejahtera. Mengangkat tema pertanian dan simbol pangan seperti Rangkiang dan Tong Padi juga memperkuat identitas Kota Solok yang dikenal sebagai daerah penghasil beras unggulan di Sumatera Barat.
Dengan pencapaian ini, MAN Kota Solok tidak hanya mengukir prestasi, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal melalui seni dan kreativitas generasi muda.(helda/Nt)






