Kota Solok | Mentrengnews.com – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kota Solok menggelar workshop bertajuk “Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta” di Ruang Pertemuan D’Relazion pada akhir pekan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan perubahan pola pikir (mindset) antara kepala madrasah dengan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam mengimplementasikan KMA 1503. Sabtu (07/02/26)
Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Solok, H. Amril, dalam arahannya saat membuka acara, menekankan pentingnya sinergi dalam perubahan. Beliau menegaskan bahwa kepala madrasah kini bukan lagi sekadar administrator, melainkan pemimpin pembelajaran.
“Kepala Madrasah dan GTK harus saling mengisi. Saat GTK melakukan perubahan mindset, kepala madrasah juga harus melakukan hal yang sama. Sebagai pemimpin pembelajaran, kepala madrasah berfungsi sebagai penyemangat, pendorong, motivator, dan pemberi dukungan penuh kepada GTK,” ujarnya.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Dr. Rika Maria, MA (Kepala MAN 1 Tanah Datar) dan H. Muhibut Tibri, (Kasi Penmad Kemenag Kota Solok). Turut hadir dalam pembukaan, Pengawas Madrasah, Joni, S.Ag, M.Pd, serta jajaran koordinator dari MIN Kota Solok.
Narasumber memaparkan bahwa Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) adalah pendekatan pendidikan yang memuliakan siswa dengan prinsip:
• Berkesadaran
• Bermakna
• Menggembirakan
Pendekatan ini dilakukan secara holistik melalui Olah Fikiran, Olah Hati, Olah Rasa, dan Olah Raga. Meskipun menggunakan pendekatan baru, ditegaskan bahwa kurikulum yang digunakan tetap Kurikulum Merdeka, namun dengan insersi Panca Cinta dari Kurikulum Berbasis Cinta sesuai regulasi KMA 1503.
Kepala MIN Kota Solok, Rina Andriani, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Plt. Kakan Kemenag dan para narasumber. Ia juga memuji dedikasi 40 peserta yang terdiri dari seluruh GTK (ASN dan Non-ASN) yang tetap semangat hadir meski di hari libur.
“Terima kasih kepada narasumber yang telah memberikan pencerahan. Ilmu ini sangat berharga bagi kami dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah,” tutur Rina.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Kurikulum MIN Kota Solok, Nini Murni, mengaku workshop ini memberikan gambaran yang sangat jelas mengenai teknis penerapan di kelas. “Materi ini membuat kami paham bagaimana mengintegrasikan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses belajar mengajar nantinya,” pungkasnya. (helda/Geby)






