Transformasi Pendidikan Madrasah, Kemenag Kota Solok Sosialisasikan Kurikulum Cinta

Kota Solok  |  Mentrengnews.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok, H. Amril, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 mengenai Kurikulum Cinta bagi tenaga pendidik dan kependidikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Solok, Senin (26/1).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MAN Kota Solok ini menghadirkan narasumber pakar, Dr. Rika Maria, M.A., yang merupakan Kepala MAN 1 Kabupaten Tanah Datar. Sosialisasi ini bertujuan untuk membekali guru dalam menyusun Kurikulum Satuan Operasional Pendidikan (KSOP) yang selaras dengan kebijakan terbaru Menteri Agama.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala MAN Kota Solok, Leni Elfida, menekankan bahwa perubahan kurikulum adalah keniscayaan di tengah pesatnya teknologi. Setelah melewati fase pembelajaran daring pasca-pandemi dan Kurikulum Merdeka, kini madrasah memasuki era Deep Learning melalui Kurikulum Cinta.

“Kita akan kupas tuntas apa itu deep learning. Harapannya, seluruh pendidik mampu mengimplementasikan nilai-nilai ini dalam proses belajar mengajar bersama siswa,” ujar Leni.

H. Amril menjelaskan bahwa KMA 1503 Tahun 2025 bukan sekadar pergantian dokumen administratif, melainkan penyempurnaan dari regulasi sebelumnya (KMA No. 450 Tahun 2024). Kurikulum ini mengusung visi Menteri Agama Nazaruddin Umar untuk memastikan pendidikan agama melahirkan kasih sayang, bukan kebencian.

Terdapat Panca Pilar utama dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) ini:
1. Cinta kepada Allah SWT.
2. Cinta kepada diri sendiri dan sesama.
3. Cinta kepada ilmu pengetahuan.
4. Cinta kepada lingkungan (kesadaran ekoteologi).
5. Cinta tanah air.

H. Amril menganalogikan kepala madrasah dan kepala tata usaha sebagai nakhoda yang harus memahami arah baru transformasi pendidikan ini. Ia berpesan agar para guru meningkatkan literasi digital serta kreativitas dalam menyusun modul ajar.

“Kurikulum ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas tanpa menghilangkan ruh Kementerian Agama, yaitu moderasi beragama dan penguatan akhlakul karimah,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam kegiatan Kasi Penmad, Pengawas Sekolah, Pendidik dan Pegawai Tata Usaha MAN Kota Solok. (helda)

Pos terkait