Batusangkar | Mentrengnews.com — Komitmen UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam memperkuat tradisi akademik di jenjang doktoral diwujudkan melalui pelaksanaan Ujian Tertutup Disertasi perdana Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana yang dilaksanakan mulai Senin dan selasa (2-3/2/2026).
Ujian tertutup ini diikuti oleh tiga mahasiswa doktoral, yaitu Desmita, Yustiloviani, dan Reni Susanti. Pelaksanaan ujian tertutup disertasi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Program Doktor Studi Islam, sekaligus menandai kesiapan institusi dalam mengelola pendidikan doktoral secara akademik, administratif, dan ilmiah sesuai standar nasional dan internasional.
Mahasiswa pertama, Desmita, mengikuti ujian tertutup disertasi pada Senin, 2 Februari 2026, dengan judul disertasi “Konstruksi Konsep Kecerdasan Hati dalam Psikologi Islam (Studi Analisis Hati Berfungsi untuk Berpikir)”. Disertasi ini mengkaji secara mendalam relasi antara konsep hati (qalb) dalam khazanah Islam dengan pendekatan psikologi Islam kontemporer.
Pada hari yang sama, Reni Susanti juga melaksanakan ujian tertutup disertasi dengan judul “Ilmu Hudhuri dalam Filsafat Pengetahuan Al-Ghazali dan Mulla Shadra (Studi Komparatif)”. Penelitian ini menyoroti perbandingan epistemologi Islam klasik dan filsafat Islam transendental dalam membangun konsep pengetahuan intuitif (‘ilm hudhūrī).
Sementara itu, Yustiloviani dijadwalkan mengikuti ujian tertutup disertasi pada Selasa, 3 Februari 2026, dengan judul “Rekonstruksi Ketentuan Harta Bersama Melalui Implementasi Syirkah (Studi Terhadap Putusan Hakim Pengadilan Agama)”. Disertasi ini menempatkan hukum keluarga Islam dan praktik peradilan agama dalam kerangka ijtihad kontemporer.
Ujian tertutup disertasi ini dilaksanakan oleh tim penguji yang terdiri dari para profesor dan doktor lintas keahlian, dengan melibatkan ketua penguji, sekretaris, penguji internal dan eksternal, serta promotor dan ko-promotor sesuai ketentuan akademik Program Doktor Pascasarjana.
Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian tertutup disertasi perdana ini merupakan tonggak penting dalam penguatan tradisi akademik dan riset di jenjang doktoral.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ujian ini tidak hanya menjadi capaian mahasiswa, tetapi juga menjadi bukti kesiapan Pascasarjana dalam mengawal proses akademik doktoral secara bertanggung jawab dan berstandar tinggi.
“Ujian tertutup disertasi ini menjadi penanda bahwa Program Doktor Studi Islam telah memasuki fase kematangan akademik. Kami berharap para mahasiswa doktoral mampu menghadirkan kontribusi keilmuan yang otentik, kritis, dan relevan dengan kebutuhan umat serta perkembangan keilmuan Islam kontemporer,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Program Studi Doktor (S3) Studi Islam, Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd menegaskan bahwa ujian tertutup ini bukan sekadar tahapan administratif, melainkan ruang akademik yang menguji kedalaman metodologi, ketajaman analisis, dan orisinalitas gagasan ilmiah mahasiswa.
“Disertasi yang diuji hari ini mencerminkan karakter Studi Islam yang integratif dan interdisipliner. Ini sejalan dengan visi Program Doktor Studi Islam untuk melahirkan pemikir dan akademisi yang mampu menjembatani khazanah klasik dengan tantangan keilmuan modern,” ungkapnya.
Penyelenggaraan ujian tertutup perdana ini menunjukkan komitmen UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam mengembangkan tradisi keilmuan yang kuat, kritis, dan berorientasi pada pengembangan Studi Islam yang integratif, interdisipliner, serta responsif terhadap dinamika masyarakat.
Melalui capaian ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang terus bertransformasi dan berkontribusi dalam melahirkan sumber daya manusia unggul di tingkat doktoral, khususnya dalam bidang Studi Islam. (hospiburda)






