Mentreng.com | Sumatera Barat – Kunjungan Wahyu IP disambut dengan kesenian tradisional Saluang oleh masyarakat Galogandang tigo koto. Karna Untuk kedua kalinya, masyarakat Galogandang, Nagari Tigo Koto dikunjungi Wahyu Iramana Putra yang akan Bakal Calon Bupati Tanah Datar itu pada Selasa (07/01/2020) malam.
Masyarakat merasa senang dikunjungi Wahyu IP, karena anak pusang dari Tigo Koto (Wahyu IP mengunjungi Bako)
Kunjungan Wahyu IP yang disambut kesenian tradisional Dendang Saluang Bagurau dan dihadiri puluhan masyarakat sekitar, di kedai kopi yang selalu menjadi tempat acara saluang dendang digelar.
Saat itu Wahyu turut serta seperti yang lazim dilakukan saat dendang tersebut yaitu memesan lagu kesukaan dengan memberikan sumbangan uang seikhlasnya pada kotak yang tersedia di hadapan para pedendang.
Pada pertengahan acara, Wahyu IP berkesempatan menyampaikan pandanganya untuk kemajuan daerah. Berbagai gagasan disampaikan Wahyu saat itu dalam memajukan Tanah Datar kedepan. Sebelumnya Wahyu IP apresiasi atas lestarinya kesenian saluang dendang bagurau itu ditengah-tengah masyarakat modern saat ini.
Satu hal yang menarik dan membuat kagum warga yang hadir saat itu, mendengarkan pernyataan Wahyu bahwa tidak akan menikmati gajinya jika terpilih sebagai bupati nanti. “Rencana ini, istri saya sudah setuju bahwa nanti gaji saya sebagai bupati saya ambil dan kangsung saya kembalikan seluruhnya pada masyarakat kurang mampu, dari perantau juga kita rangkum untuk membantu masyarakat kurang mampu.
Disaat itu Wahyu IP juga menyampaikan, Saya sedih, Tanah Datar menjadi peredaran narkoba tiga besar di Sumbar, kita luhak nan tuo seharusnya jadi contoh daerah lain, anak muda yang banyak korbannya. Mohon dukung saya, angku-angku, mamak-mamak ambo, kerja pertama nanti bersama institusi terkait ini kita basmi dulu,” ujar Wahyu.
Dikatakan, saat ini banyak orang ingin menjatuhkannya sebagai calon kepala daerah, namun ia bertekad, sekali layar terkembang, pantang surut pulang. “Mohon dukung saya. Saya ingin melayani masyarakat bukan untuk dilayani.
Perantau kita banyak sukses di negeri orang, pada berbagai bidang dan juga banyak sebagai pengusaha konveksi, tapi di sini tidak ado konveksi.
Yang menentukan kita jadi nanti hanya Allah SWT, silaturahmi saat ini yang utama. Saya anak pisang di sini, di Kecamatan Rambatan ini. Mari
kita berjuang bagaimana mengantarkan yang terbaik untuk negeri ini, kemana saya diminta saya siap demi kemajuan daerah,” ujar Wahyu bertekat.
Usai menyampaikan gagasan pemikirannya, Wahyu IP juga langsung diminta masyarakat bernyanyi diiringi musik organ menghibur warga. (fer)






