Mentreng.com | Bukittinggi – Satu unit Sepeda Onthel milik H.Amde Apri Nst,tahun pembuatan 1901,adalah sebuah warisan sejarah dari Almarhum orang tua (bapak) yang ikut andil berjuang di zaman kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945.
Hal ini diungkapkan H.Amde Apri Nst (43) pedagang kelontong di Sawah dangka, kecamatan Tilatang Kamang kabupaten Agam provinsi Sumatera Barat, kepada media dalam sesi obrolan pada Sabtu 20 September 2025.
Sepeda Onthel tersebut adalah kendaraan Alm Ayah bernama Ahmad Mustami Nst, beliau adalah Seorang guru didaerah Mandailing Tapanuli Selatan, Sumatera Utara,kemudian karena pada saat itu diwajibkan masuk militer (wamil), membuat almarhum ikut terjun ke dunia militer, jadi tentara dengan pangkat terakhir pembantu letnan satu (peltu),yang menjabat sebagai komandan kompi di kesatuannya, meraih piagam GOM 1 dan GOM 2 dari Presiden,ujar H.Amde mengenang sejarahnya.
H.Amde semasa kecil (usia 8 tahun),tinggal di Jln Kiwi 3 Perumnas Mandala Kec Medan Denai,Medan Sumatera Utara, berboncengan dengan bapak naik sepeda Onthel tersebut,putar putar keliling kota Medan .
Setelah masa perjuangan dan pensiun, beliau sempat jadi Wakil ketua LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia)kota Medan,kala itu, tuturnya.
Kemudian pindah tinggal dan menetap di kota Padang, di kawasan Air Tawar,dan Sepeda Onthel tersebut diangkut dengan bus ALS dari kota Medan ke kota Padang, karena untuk dipakai almarhum sehari hari, ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, selanjutnya tinggal di Bukittinggi,nah karena seringnya berpindah pindah, sebagian dari onderdil sepeda Onthel tersebut ada yang hilang, dan sudah diganti di sebuah bengkel sepeda, yang berada di kawasan Pasar banto Bukittinggi, terangnya.
Sepeda Onthel ini akan terus dijaga dan dirawat, karena ini merupakan kenangan dari orang tua,dan Sepeda Onthel ini menjadi saksi bisu dalam sejarah perjuangan bangsa, tutupnya mengakhiri obrolan.
(Uncu Ed/Fendy Jambak)






