Kota Solok | Mentrengnews.com – Di tengah gempuran modernisasi, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Solok mengambil langkah konkret untuk melestarikan nilai-nilai lokal. Pada Rabu (17/12), sebanyak 90 siswa utusan tiap kelas berkumpul di ruang kelas 91 untuk mengikuti kegiatan Pembinaan Akhlak dan Budaya Minangkabau.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) ini dibuka langsung oleh Kepala MTsN Kota Solok, Marta Rinalson. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pemahaman mendalam mengenai filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
“Prinsip ini menegaskan bahwa adat Minangkabau berlandaskan ajaran Islam. Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki penguatan karakter yang bersumber dari akar budaya kita sendiri,” ujar Marta.
Menghadirkan narasumber berkompeten, Sirtin Nilawati dari Dinas Pariwisata memaparkan makna mendalam ABS-SBK bagi generasi muda. Ia menekankan bahwa nilai religius, tanggung jawab, dan kejujuran adalah pilar utama yang harus dimiliki pelajar dalam menjalankan tugasnya.
Senada dengan hal tersebut, Diki Asnur, seorang Trainer Quality, mengajak para siswa untuk melatih kedisiplinan dan kepedulian. “Kesuksesan tidak datang tiba-tiba. Ia dibangun di atas rasa tanggung jawab, kejujuran, dan disiplin yang dilatih setiap hari,” tegas Diki di hadapan para peserta.
Pembina OSIM MTsN Kota Solok, Yanti, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap mulai lunturnya pemahaman siswa terhadap etika dan akhlak sesuai budaya Minangkabau.
“Saat ini, kita melihat ada kecenderungan penurunan pemahaman budaya di kalangan siswa, terutama yang berkaitan dengan akhlak dan tata krama. Melalui penguatan karakter ini, kita berharap mereka kembali memahami jati dirinya sebagai orang Minang yang religius dan beretika,” jelas Yanti.
Melalui kegiatan ini, MTsN Kota Solok berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai luhur Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat luas. (helda/yet)








