Sinkronisasi Pembangunan 2026–2027, Pemko Payakumbuh Sampaikan Isu Strategis ke Pemprov Sumbar

Payakumbuh  |  Mentrengnews.com –  Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Payakumbuh di Aula Josrizal Zain, Kantor Wali Kota Payakumbuh, Rabu (25/02/2026), bertepatan dengan kunjungan Safari Ramadan Pemprov Sumbar.

Rakor tersebut dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Wakil Wali Kota Elzadaswarman, serta jajaran kepala OPD provinsi dan kota.

Dalam pertemuan itu, Zulmaeta menyampaikan sejumlah persoalan strategis daerah sekaligus menyelaraskan program pembangunan 2026–2027.

Ia menyoroti penanganan bencana hidrometeorologi akibat luapan Sungai Batang Agam, Batang Lampasi, dan Batang Pulau yang pada akhir 2025 menyebabkan kerusakan rumah dan lahan pertanian. Pemko, katanya, terus memperbarui data dampak bencana dan menyiapkan langkah rehabilitasi serta berharap dukungan percepatan anggaran pasca alokasi TKD.

Selain itu, Pemko Payakumbuh juga meminta dukungan penanganan TPA Regional, termasuk optimalisasi pengelolaan sampah dan perbaikan akses jalan menuju TPST selama masa konstruksi.

Di sektor infrastruktur, pemerintah kota mengusulkan pemeliharaan jalan provinsi yang rusak akibat cuaca ekstrem dan kendaraan over dimension over load (ODOL), serta pelebaran Jalan Lingkar Selatan untuk mendukung kawasan distribusi dan pergudangan.

Zulmaeta turut mengangkat persoalan keterbatasan kapasitas produksi Perumda Tirta Sago yang belum mampu mengimbangi pertumbuhan perumahan.

Ia mengusulkan rehabilitasi jaringan pipa lama, pembangunan instalasi pengolahan air di Limbukan, serta pembangunan reservoir baru.
Pada sektor ekonomi, Pemko mendorong hilirisasi produk UMKM, termasuk peluang kerja sama dengan perusahaan The Sak Bali yang berpotensi menyerap produk 1.000 pengrajin rajut dan anyaman.

Selain itu, dukungan peningkatan kualitas lulusan SLTA, penuntasan tapal batas, serta peralihan aset dengan Pemkab Lima Puluh Kota juga menjadi perhatian.

Menanggapi hal tersebut, Mahyeldi menegaskan tahun 2026 harus menjadi titik balik kebangkitan ekonomi Sumbar dengan target pertumbuhan 5,7 persen.

Ia memaparkan empat strategi utama, yakni hilirisasi agroindustri, transformasi pariwisata dan ekonomi hijau, akselerasi digitalisasi UMKM, serta penguatan mitigasi bencana sebagai bagian dari investasi ekonomi.

Menurutnya, percepatan perbaikan jalur vital distribusi serta penguatan sektor industri olahan dan digital menjadi kunci mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Sumatera Barat.(*dby)

Pos terkait