Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 4 Apriln2026, Kondisi pelayanan di Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menjadi sorotan tajam. Alih-alih menghadirkan rasa aman sebagai fasilitas kesehatan berbasis Rawat Inap (Ranap), manajemen Puskesmas di bawah kepemimpinan saat ini dinilai masih meneruskan warisan permasalahan dari masa jabatan sebelumnya, yakni pengabaian terhadap fasilitas keamanan dan pencahayaan.
Meskipun pimpinan telah berganti dari masa jabatannya Kepala KUPT Waluyo hingga pimpinan sekarang, nasib fasilitas penunjang masih sama memprihatinkannya.
Keluhan masyarakat mengenai minimnya pencahayaan di area luar Puskesmas seolah menjadi cerita lama yang tak kunjung selesai. Usulan perbaikan telah berkali-kali disampaikan namun hanya berujung janji manis semata tanpa tindakan nyata.
Demi aman, kendaraan masuk hingga teras ruang pasien
Tim redaksi Mentrengnews.com Beberapa waktu yang lalu Saat Kepala KUPT di Jabat Oleh Waluyo, melakukan pemantauan langsung di lokasi saat kondisi gelap malam. Hasil pantauan mengungkap fakta yang mencengangkan sekaligus memprihatinkan.
Dikarenakan halaman parkir utama yang minim penerangan dan dinilai rawan tindak kriminal, kendaraan roda dua milik keluarga pasien justru diparkir sembarangan di dalam area Puskesmas.
Ironisnya, kendaraan-kendaraan tersebut diletakkan di teras atau lor yang posisinya sangat dekat dengan pintu-pintu kamar rawat inap pasien.
“Ya mau bagaimana lagi Pak, kalau parkir di luar gelap takut hilang. Akhirnya kami bawa masuk saja biar terpantau mata,” ujar salah satu keluarga pasain yang enggan disebutkan namanya, membenarkan apa yang disaksikan awak media.
Kondisi ini menimbulkan persoalan ganda. Selain menunjukkan ketidakpercayaan publik terhadap sistem keamanan yang disediakan, kondisi ini juga berpotensi melanggar protokol keselamatan. Jalur evakuasi atau akses darurat terancap tersumbat oleh kendaraan bermotor.
Satu Orang tenaga keamanan harus memikul beban bertumpuk di tengah gelap
Situasi kian memperburuk dengan sistem keamanan yang serba minim. Di tengah lingkungan yang gelap gulita, beban pengamanan dipikul hanya oleh satu orang petugas keamanan. Padahal, risiko yang dihadapi cukup besar, ditambah kesejahteraan petugas yang diketahui jauh dari layak.
Sangat mustahil rasanya satu orang petugas dapat mengawasi keseluruhan area yang luas dan gelap, apalagi kondisi kendaraan sudah tersebar di area teras pasien. Ini jelas membuka celah besar bagi terjad hal-hal yang tidak desiderata.
Indikasi ketidakmampuan manajerial
Fenomena memarkir kendaraan di depan pintu rawat ini adalah bukti konkret kegagalan manajemen dalam menyediakan sarana dasar. Ketidakmampuan menyediakan fasilitas penerangan dan parkir yang aman memaksa warga mengambil tindakan di luar prosedur demi keselamatan barang milik mereka sendiri.
Masyarakat pun kini mempertanyakan keseriusan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan. Apakah harus menunggu terjadi tindak kriminal, kebakaran, atau musibah fatal lainnya, barulah instansi terkait berani membuka mata dan bertindak?
Demi berimbangnya sebuah berita dan Etik Jurnalistik, Kami melakukan upaya Konfirmasi dengan kepala KUPT Puskesmas Ranap Sragi, Yasir:
Siap mas sedang dipesankan yang pake solar panel karena sudah saya konfirmasi untuk segera dibelikan ternyata sering dibeli tapi sering hilang lampunya mas,” Ujar Yasir melalui Pesan Singkat Whats’app
Hari ini sudah dibelikan lampu yg seperti biasa untuk segera dipasang insyaallah parkiran terang,” Katanya saat di konfirmasi oleh mentrengnews.com pada Sabtu 4/4 08.56 WIB.
Mari kita tunggu di lapangan, apakah Jawaban beliau hanya Sekedar Basa Basi, Ataukah betul akan ada tindakan nyata dan terealisasi.
Redaktur Mentrengnews.com
Penulis : Sholeh MTV
Berita Aktual, Berimbang, dan Terpercaya








