Baso | Mentrengnews. Com – Dalam rangka meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan nagari, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar kegiatan Retreat Wali Nagari se-Kabupaten Tanah Datar yang berlangsung di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sumatera Barat, Jorong Koto Baru, Nagari Baso, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Kegiatan yang diikuti oleh 75 Wali Nagari ini dilaksanakan mulai tanggal 5 hingga 10 April 2026.
Pada sesi kedua kegiatan retreat tersebut, Rabu (08/04/2026), Komandan Kodim (Dandim) 0307/Tanah Datar, Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P., M.Han., hadir sebagai narasumber kunci untuk memberikan pembekalan khusus mengenai “Peran Wali Nagari dalam Menjaga Keamanan dan Stabilitas Wilayah di Tingkat Nagari”. Kehadiran Dandim disambut antusias oleh para peserta yang menyadari bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik.
Dalam paparannya, Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi menekankan bahwa Wali Nagari adalah ujung tombak pemerintah daerah yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman tentang deteksi dini gangguan keamanan dan pengelolaan konflik sosial menjadi kompetensi wajib yang harus dimiliki.
“Nagari yang aman adalah prasyarat mutlak bagi nagari yang maju. Bapak Wali Nagari adalah ‘Komandan’ di wilayahnya masing-masing. Anda harus mampu mendeteksi potensi gangguan sejak dini, baik itu berupa sengketa lahan, konflik sosial, maupun paham radikalisme yang dapat memecah belah persatuan,” ujar Dandim di hadapan puluhan peserta.
Dandim juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah nagari dengan unsur TNI (Babinsa) dan Polri (Bhabinkamtibmas). Ia mengajak para Wali Nagari untuk mengaktifkan kembali forum-forum komunikasi seperti Musyawarah Nagari dan melibatkan tokoh adat (Ninik Mamak), tokoh agama (Alim Ulama), dan cadiak pandai dalam setiap pengambilan keputusan strategis terkait keamanan.
“Jangan ragu untuk bersinergi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Mereka adalah mitra kerja Anda. Dengan pola ‘Tiga Pilar’ yang solid, setiap masalah kecil di nagari dapat diselesaikan secara kekeluargaan sebelum berkembang menjadi konflik besar yang mengganggu stabilitas daerah,” tambahnya.
Materi yang disampaikan mencakup teknik komunikasi sosial (Komsos) efektif, manajemen krisis sederhana, serta strategi pemberdayaan komponen pendukung (Komduk) seperti Linmas dan pemuda nagari untuk menjaga ketertiban lingkungan. Dandim juga memberikan contoh kasus nyata penanganan konflik di beberapa nagari yang berhasil diselesaikan berkat kerjasama yang baik antara wali nagari dan aparat kewilayahan.
Salah satu peserta, Wali Nagari Hijrah Adi Sukrial dari nagari taluak kecamatan lintau buo, mengaku sangat terbantu dengan materi yang disampaikan. “Pembekalan dari Bapak Dandim ini sangat membuka wawasan kami. Ternyata peran kami dalam menjaga keamanan tidak bisa berjalan sendiri. Kami jadi lebih paham bagaimana memanfaatkan kearifan lokal dan bersinergi dengan TNI-Polri untuk menciptakan nagari yang kondusif,” ungkapnya.
Kegiatan retreat ini diharapkan dapat mencetak pemimpin nagari yang tidak hanya handal dalam administrasi dan keuangan, tetapi juga tangguh dalam menjaga stabilitas wilayah. Dengan bekal ilmu dari Dandim 0307/Tanah Datar ini, para Wali Nagari ditargetkan mampu menciptakan iklim keamanan yang kondusif sehingga program-program pembangunan di Tanah Datar dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Acara pembekalan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama antara Dandim, dan seluruh Wali Nagari peserta retreat. Sinergi yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan menjadi modal kuat bagi Kabupaten Tanah Datar untuk meraih predikat daerah dengan tingkat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) terbaik di Sumatera Barat. (Pendim 0307)







