Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 12 April 2026 – Foto ini adalah bukti nyata kepedihan rakyat dan kegagalan pelayanan publik. Sebuah rumah milik Mas’amah warga RT 14 RW 04, Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, kondisinya sangat memprihatinkan.
Terbuat dari papan kayu lapuk dan atap genting yang nyaris rubuh, bangunan ini berdiri menyedihkan di tengah pemukiman. Ironisnya, rumah ini bukan baru saja rusak, melainkan sudah 4 tahun lamanya berkali-kali diusulkan untuk diperbaiki ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lampung Selatan. Namun hingga hari ini, tidak ada satu pun tindakan nyata yang dilakukan. Bahkan, tanggapan atau kabar baik pun seolah hilang ditelan bumi.
Aparatur Desa Geram, Usulan 4 Tahun Tak Kunjung Direspons
Keprihatinan ini juga dirasakan oleh pihak pemerintahan setempat. Menurut penuturan Jayadi, Aparatur Desa Kekiling, kepada Mentrengnews.com, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin.
“Kami, Pemerintah Desa sudah sejak empat tahun yang lalu mengusulkan rumah ini, tapi hingga kini belum juga ada tanggapan,” ujar Jayadi dengan nada penuh kegetiran dan kemarahan.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kelalaian bukan terletak di tingkat desa, melainkan terjadi di jenjang atas di mana usulan warga yang mendesak justru dibiarkan mati suri tanpa kejelasan.
Kondisi Memprihatinkan, Nyawa Penghuni dalam Bahaya
Dari pantauan awak media, kondisi bangunan ini sangat mengkhawatirkan. Dinding papan sudah keropos dimakan usia, atap genting tumpang tindih dan bocor parah, serta struktur bangunan yang terlihat sangat rapuh dan tidak layak huni.
Di musim hujan seperti sekarang, Mas’amah dan keluarga pasti menderita luar biasa. Air hujan pasti masuk ke mana-mana, lantai becek, dan rasa aman pun hilang karena khawatir atap kapan saja bisa ambruk menimpa mereka.
Bukti Nyata Kegagalan Kinerja
Fakta bahwa sebuah usulan bisa tertahan selama hampir setengah dekade tanpa kejelasan ini adalah bukti nyata kegagalan manajerial.
Masyarakat kini mempertanyakan kinerja Kepala Dinas Perkim Lampung Selatan. Di mana letak keseriusannya? Apakah data yang masuk hanya ditumpuk di berkas tanpa pernah dibaca, atau memang nasib warga kurang mampu ini tidak dianggap penting?
Alasan apa pun yang nanti dilontarkan, tidak akan bisa menutupi fakta bahwa sebuah rumah yang nyaris roboh dibiarkan begitu saja selama bertahun-tahun, sementara desa sudah berteriak meminta perhatian.
Sampai Kapan Dibiarkan?
Saat ini, Mas’amah hanya bisa pasrah menunggu sambil bertahan hidup di bawah atap yang tidak aman. Mereka tidak menuntut kemewahan, hanya meminta hak dasar sebagai warga negara untuk memiliki hunian yang layak dan aman.
Publik kini menantikan jawaban. Apakah kasus ini akan terus dibiarkan menggantung, atau harus menunggu korban jatuh atau rumah benar-benar rubuh, barulah pihak terkait mau bergerak?
Redaktur Mentrengnews.com
Penulis : Sholeh MTV
Berita Aktual, Berimbang, dan Terpercaya








