Kota Solok | Mentrengnews. Com – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Solok sukses menggelar prosesi Wisuda Khatam Tahfidz Al-Qur’an Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Qurani Pengetuk Pintu Langit” ini berlangsung khidmat di GOR Alimin Sinapa, Kelurahan Tanjung Paku, pada Rabu (15/4/2026).
Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Solok, H. Ramadhani Kirana Putra, yang didampingi oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok, H. Amril, beserta jajaran OPD dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ramadhani Kirana Putra menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas keberhasilan ratusan siswa dalam menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an. Baginya, capaian ini bukan sekadar prestasi akademik, melainkan investasi spiritual bagi Kota Solok.
“Ananda semua adalah aset berharga bagi masa depan daerah. Kami berharap para hafiz dan hafizah tidak hanya menjaga hafalan secara lisan, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari sehingga menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Dhani tersebut.
Senada dengan Wali Kota, Plt. Kepala Kemenag Kota Solok, H. Amril, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan visi besar daerah sebagai “Kota Serambi Madinah yang Diberkahi dan Berkelanjutan”.
“Kota yang diberkahi dimulai dari rumah dan madrasah yang senantiasa mendengungkan ayat suci. Anak-anak ini adalah aset spiritual yang akan menarik rahmat Allah ke bumi Solok,” tegas H. Amril.
Beliau juga mengingatkan para wisudawan bahwa momen khatam bukanlah akhir dari perjalanan. Ia berpesan agar para siswa terus melakukan muroja’ah (mengulang hafalan) demi menjaga “mahkota cahaya” bagi orang tua mereka di akhirat kelak.
Pihak Kemenag juga memberikan apresiasi khusus kepada para orang tua dan Komite Madrasah. Di tengah gempuran arus digitalisasi yang masif, peran keluarga dianggap sebagai benteng utama bagi anak-anak untuk tetap teguh memegang nilai-nilai agama.
Hadirnya berbagai elemen pemerintah dalam acara ini membuktikan bahwa pendidikan madrasah kini menjadi tanggung jawab kolektif sebagai “laboratorium karakter” untuk mencetak masyarakat madani yang beradab.
Prosesi wisuda diakhiri dengan suasana haru saat para orang tua menyaksikan putra-putri mereka dikukuhkan. Sinergi antara pemerintah, Kemenag, dan masyarakat ini diharapkan terus konsisten demi mewujudkan tatanan masyarakat yang Baldatun Thayyi-batun Wa Rabbun Ghafur. (helda)








