Kota Solok | Mentrengnews. Com – Sebanyak 965 siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Solok berkumpul di halaman madrasah pada Jumat pagi (17/4/2026) untuk mengikuti kegiatan sosialisasi bahaya narkotika. Kegiatan yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solok ini bertujuan untuk memberikan edukasi dini bagi para pelajar agar terhindar dari jeratan barang haram tersebut.
Dalam paparannya, perwakilan BNN Kota Solok, Algi Ramadhan, menekankan pentingnya bagi setiap siswa untuk memiliki pertahanan diri yang kuat. Ia menjelaskan bahwa narkotika bukan sekadar zat terlarang, melainkan ancaman nyata yang menyerang fungsi otak dan merusak tatanan masa depan seseorang.
“Narkotika adalah zat yang memengaruhi cara kerja otak dan menciptakan ketergantungan yang sangat kuat. Gejalanya bisa berupa rasa senang berlebihan yang semu hingga penurunan kesadaran. Jangan pernah sekali-kali mencoba ganja, sabu, ekstasi, maupun penyalahgunaan obat tanpa resep dokter,” tegas Algi di hadapan ratusan siswa.
Lebih lanjut, Algi memaparkan dampak sistematis narkoba bagi pelajar, mulai dari gangguan kesehatan mental, sulit fokus dalam belajar, hingga perubahan perilaku yang drastis seperti mudah marah, suka berbohong, dan menjauh dari keluarga. Dampak terburuknya adalah hancurnya prestasi akademik, sanksi dikeluarkan dari madrasah, hingga konsekuensi hukum.
Di tempat terpisah, Kepala MTsN Kota Solok, Marta Rinalson, menyambut hangat kehadiran tim BNN beserta Duta Narkoba Kota Solok. Menurutnya, sosialisasi ini sangat krusial mengingat usia siswa MTsN merupakan masa pubertas yang penuh dengan dinamika emosional.
“Anak-anak kita sedang berada di masa transisi atau pubertas. Kondisi jiwa mereka cenderung labil, mudah dipengaruhi lingkungan, dan sering kali sulit menolak ajakan teman. Melalui edukasi dari BNN ini, kami berharap siswa mampu memahami cara menjaga diri dan dengan tegas menolak narkoba demi mewujudkan cita-cita mereka,” ungkap Marta Rinalson.
Kegiatan yang berlangsung tertib ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan madrasah yang bersih dari narkoba (Bersinar). Dengan pemahaman yang tepat, 965 siswa MTsN Kota Solok diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang ikut menyuarakan gerakan antinarkoba di lingkungan keluarga maupun pergaulan mereka sehari-hari.(helda/Yet)








