KAMI BERHARAP: JANGAN HANYA BERKATA “AKAN MEMBANTU”, TAPI PASTIKAN HARUS TERBANTU!
Katibung, Lampung Selatan – Sabtu, 25 April 2026, Menyusul terungkapnya kondisi memprihatinkan yang dialami Nenek Asnah (64 tahun) yang tinggal di rumah reyot di Dusun Umbul Pabrik, Desa Tanjung Ratu, akhirnya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lampung Selatan turun langsung meninjau ke lokasi.
Peninjauan ini dilakukan bersama-sama dengan Kepala Desa Tanjung Ratu, seluruh jajaran perangkat desa, serta dihadiri dan didampingi oleh rekan-rekan dan sahabat media dari lingkungan Mentrengnews.com.
Di hadapan semua pihak yang hadir, perwakilan Dinas Perkim menyampaikan bahwa pihaknya akan membantu memperbaiki tempat tinggal Nenek Asnah.
Mendengar laporan dari rekan-rekan media kami yang hadir di lokasi, kami selaku redaksi merasa perlu menggarisbawahi dan menegaskan dengan tegas:
“Kami tidak cukup mendengar kalimat ‘akan membantu’ saja. Yang kami harapkan dan tuntut adalah HARUS TERBANTU, tanpa alasan apapun, sekalipun dikatakan tanah tempat tinggalnya itu tanah register atau memiliki status tertentu. Di hadapan rasa kemanusiaan dan rasa keadilan, tidak ada alasan yang bisa membenarkan membiarkan orang tua hidup dalam kondisi yang menyiksa seperti ini!”
Mari kita bicara dengan hati nurani dan rasa kemanusiaan yang sesungguhnya. Nenek Asnah ini sudah lanjut usia, tubuhnya sudah lemah, tidak punya siapa-siapa yang bisa diandalkan, dan hidup sebatang kara.
Bagaimana mungkin kita bisa membiarkannya terus tinggal di rumah yang dindingnya bolong-bolong, atapnya bocor kemana-mana, lantainya masih tanah, dan tidak memiliki tempat buang air yang layak sama sekali?
Kami juga menyampaikan pendapat dan masukan tulus ini, semoga menjadi bahan pertimbangan dan menyentuh hati kita semua:
*”Coba kita renungkan bersama, Kepala Dinas beserta seluruh pegawai di lingkungan Dinas Perkim itu jumlahnya banyak sekali. Kalau setiap orang menyisihkan hanya sebesar Rp 200.000 saja, pasti terkumpul jumlah yang cukup untuk memperbaiki rumah Nenek Asnah.
Begitu juga dengan di lingkungan Kecamatan Katibung, Bapak Camat bisa mengajak seluruh staf dan jajaran untuk menyisihkan sedikit rezeki yang dimiliki, berapapun nilainya sesuai kemampuan masing-masing.
Begitu juga dengan Bapak Kepala Desa dan perangkat desa, juga bisa melakukan hal yang sama.
Perlu diingat juga, gaji yang Bapak-Ibu terima itu berasal dari uang negara yang bersumber dari pajak rakyat. Jadi jangan merasa sayang untuk menyisihkan sebagian kecilnya. Jika dikumpulkan dari beberapa orang, pasti akan menjadi jumlah yang banyak dan sangat bermanfaat untuk membantu masyarakat yang benar-benar hidup dalam kemelaratan seperti Nenek Asnah ini.
Percayalah, menyisihkan sedikit dari gaji dan rezeki yang diberikan Tuhan, insyaallah tidak akan membuat kalian jatuh miskin, justru akan menjadi berkah yang melipatgandakan rezeki kalian sendiri. Yang terpenting adalah niat baik dan keikhlasan untuk menolong sesama yang sedang kesusahan.
Kalau bukan kita yang menolong, mau siapa lagi? Kalau tidak dilakukan sekarang, mau kapan lagi?”*
Kami juga menyampaikan pesan khusus kepada Kepala Desa dan seluruh jajaran perangkat desa:
“Andalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat, yang setiap hari bertemu, yang mengetahui seluk beluk kehidupan warga. Semestinya andalah yang paling peka, paling cepat bergerak, dan paling pertama menolong. Jangan hanya menunggu bantuan dari atas atau dari instansi luar saja.
Sekalipun tidak bisa dibangunkan rumah permanen yang megah, sekalipun hanya menggunakan bahan sederhana seperti bambu, papan, atau apa saja yang ada, setidaknya dirapihkan, diperbaiki, dan dibuat layak untuk ditinggali. Gerakkan warga, lakukan gotong royong! Itu jauh lebih mulia dan berharga dibandingkan hanya sekadar janji yang tidak pernah terwujud.”
Membangun tempat tinggal yang layak bagi Nenek Asnah bukan sekadar urusan bangunan dan materi semata. Ini adalah ujian rasa kemanusiaan, bukti rasa keadilan, dan cerminan apakah kita benar-benar menganggap sesama manusia itu sama derajatnya.
Seorang manusia tua yang sudah tidak berdaya berhak mendapatkan tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak, tanpa memandang status tanah atau alasan administratif apapun.
Kami percaya, di hati setiap pemimpin dan setiap orang masih tersisa rasa kasihan dan keinginan berbuat baik. Jangan sampai rasa itu tertutup oleh alasan-alasan yang justru membuat hati menjadi keras.
Bersama rekan-rekan dan sahabat media kami, kami akan terus mengawasi, terus melaporkan, dan terus menuntut sampai Nenek Asnah benar-benar mendapatkan tempat tinggal yang layak. Jangan sampai kalimat “akan membantu” itu hanya menjadi kata-kata manis yang hilang terbawa angin, tanpa ada bukti nyata di belakangnya.
Bantu dia, bantu orang tua yang tidak berdaya ini. Karena menolong sesama, apalagi orang tua, adalah kewajiban kita bersama. Dan kebahagiaan orang tua adalah kebahagiaan kita juga.
TINDAK LANJUT HARUS ADA! JANJI HARUS DITEPATI! JANGAN BIARKAN DIA TERLANTAR LAGI! 🔥🤲⚖️
Redaksi Mentrengnews.com
Penulis & Editor : Sholeh MTV
Berani, Jujur, Fakta & Tajam








