Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

PROYEK 2 MILIAR KURANG SEDIKIT, KEPALA SEKOLAH MASIH TEGA MENGGEROGOTI UPAH KULI BANGUNAN”! KADIS THOMAS AMRICO, MOHON SEGERA TURUN TANGAN!

×

PROYEK 2 MILIAR KURANG SEDIKIT, KEPALA SEKOLAH MASIH TEGA MENGGEROGOTI UPAH KULI BANGUNAN”! KADIS THOMAS AMRICO, MOHON SEGERA TURUN TANGAN!

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan  |  Mentrengnews.com – 
27 April 2026, Dunia pendidikan kembali dihebohkan dengan perilaku memilukan oknum pemimpin sekolah. Di SMK Nurul Huda, Desa Pamulihan, Kecamatan Way Sulan, proyek revitalisasi bernilai fantastis hampir Rp 2 Miliar dari APBN justru dijalankan dengan cara yang sangat tidak manusiawi dan mencederai rasa keadilan.

Dengan anggaran sebesar itu, sudah pasti segala kebutuhan operasional, termasuk Alat Pelindung Diri (APD), sudah tercover penuh dalam anggaran. Namun nyatanya, mentalitas rakus justru terlihat jelas. Mereka tega membebani biaya tersebut ke pundak pekerja yang sudah bergaji sangat minim, Rp90.000 hingga Rp110.000 per hari, dengan melakukan pemotongan sebesar Rp125.000 per orang.

⚠️ SIKAP YANG SANGAT MENYAKITKAN

Saat dikonfirmasi langsung oleh tim Mentrengnews.com terkait pelanggaran dan pemotongan upah tersebut, respon Kepala Sekolah Eka Sadeva Viatnata, S.Pd., sungguh di luar nalar dan sangat memalukan.

Alih-alih merasa bersalah atau meminta maaf, ia justru bersikap SANGAT SANTAI, ENTENG, DAN SEOLAH TIDAK ADA APA-APA.

Wajahnya memperlihatkan kesombongan yang kental: MERASA PALING BENAR SENDIRI, MERASA PALING HEBAT, DAN MERASA TIDAK BISA DIGANGGU GUBAH SIAPAPUN.

Ia seolah berkata: “Ini aturan saya, ini keinginan saya, mau apa kalian?”. Fakta hukum, aturan negara, dan penderitaan orang lain seolah tidak ada artinya baginya. Ia berperilaku bak penguasa tirani yang merasa kebal hukum dan tidak mempan oleh teguran siapapun.

TITIK TEMBAK DUGAAN KERUSAKAN MORAL

Jika diamati dari sikap dan tindakannya, ada pola yang sangat mengkhawatirkan:

– Rakus Tanpa Batas: Cuma soal APD dengan anggaran proyek hampir 2 Miliar, dia masih tega menggerogoti uang dari kuli bangunan. Kalau yang kecil-kecil saja dia sekejam itu, bagaimana dengan pengelolaan dana utama yang nilainya besar? Jangan-jangan ini sudah sistemik!

– Anti-Koordinasi: Pihak sekolah ini sama sekali tidak mau berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Way Sulan. Bekerja sendiri, menutup diri, dan menganggap remeh instansi lain.

– Tiran Internal: Diduga kuat, sikap “paling benar sendiri” ini juga diterapkan kepada bawahannya. Tidak mau mendengar masukan, tidak mau didikte, dan seolah hanya kehendaknya saja yang harus jalan. Ini bukan pemimpin, ini diktator!

SERUAN TEGAS KEPADA KADIS PENDIDIKAN PROVINSI LAMPUNG

Kepada Bapak Thomas Amrico, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung,

Kami memohon dengan sangat, SEGERA TURUN TANGAN DAN TINDAK TEKAS!

Jangan biarkan oknum yang bermental korup dan bersikap arogan seperti ini terus memegang jabatan. Ia sudah melampaui batas kewajaran, melanggar aturan, menzalimi pekerja, dan merusak nama baik dunia pendidikan di Provinsi Lampung.

Buktikan bahwa hukum tetap berlaku. Jangan biarkan orang yang merasa “kebal” dan “sakti” ini terus berkuasa. Rakyat menunggu keadilan, dan kami tidak akan berhenti menembak sampai masalah ini selesai tuntas!

Redaksi: Mentrengnews.com
TIM,
Suara Rakyat | Tajam, Berani, Mengawal Keadilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *