Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

SATU RUMAH DIDUSUN PAJAR BAKTI DI HANTAM PETIR, KADUS DAN KADES SULIT DI HUBUNGI, WARGA MURKA

×

SATU RUMAH DIDUSUN PAJAR BAKTI DI HANTAM PETIR, KADUS DAN KADES SULIT DI HUBUNGI, WARGA MURKA

Sebarkan artikel ini

Sragi, Lampung Selatan | Mentrengnews.com –  29 April 2026. Berita ini kami himpun langsung dari penuturan Tokoh Masyarakat Kecamatan Sragi yang akrab dipanggil Mang Ajis Suka Randeg. Beliau adalah sosok yang sangat dihormati dan dikenal luas di seluruh wilayah Kecamatan karena kepeduliannya yang tinggi terhadap Masyarakat.

Menurut Mang Ajis Suka Randeg, kemarahan dan kekecewaan Warga meledak hari ini tepat pukul 09.30 WIB, ketika terjadi musibah yang menimpa salah satu Warga Dusun Pajar Bakti.

Rumah Warga tersebut disambar petir hingga mengalami kerusakan parah. Saat suasana sedang panik dan seluruh Warga berusaha menanggulangi dampak kejadian, justru kehadiran Pemimpin yang paling dinanti-nanti malah tidak bisa didapatkan.

“Kepala Desa Bakti Rasa bernama Sarnak dan Kepala Dusun Pajar Bakti bernama Geger, keduanya sangat sulit dihubungi. Saya sendiri, Mang Ajis Suka Randeg, sudah mencoba menghubungi berkali-kali tapi HP tidak pernah diangkat.

Padahal orang-orang dari luar Desa saja sudah datang membantu, sedangkan orang yang diberi amanah malah hilang entah ke mana,” ungkap beliau dengan nada penuh kekecewaan.

Lebih lanjut Mang Ajis Suka Randeg menuturkan, Sarnak ini sebenarnya bukan orang baru di lingkungan pemerintahan Desa.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Desa, dia sudah lama bekerja di lingkungan Pemerintahan Desa Bakti Rasa. Namun sayang, pengalaman yang dimiliki tidak diimbangi dengan kemampuan dan kualitas diri.

“Dia sudah lama di lingkungan pemerintahan desa, tapi kemampuannya nihil, nol besar! Yang ada hanya keinginan ingin disebut sebagai Kepala Desa saja.

Orangnya terkenal tidak mau mendengar masukan dan aspirasi Masyarakat, sok pintar, sok kuat, padahal banyak kasus dan temuan yang sampai sekarang belum selesai diselesaikan. Suara Warga dianggap angin lalu saja,” tegasnya.

Untuk posisi Kepala Dusun Pajar Bakti, Geger dinilai masih sangat hijau, masih seperti anak-anak dan belum sama sekali pantas menduduki jabatan tersebut.

“Masih muda boleh, tapi masih hijau banget! Belum mengerti apa-apa, belum paham cara mengayomi dan memimpin. Tapi karena ego dan keinginan semata ingin jadi pemimpin, akhirnya begini jadinya. Tidak bisa mengatur, tidak bisa melayani, hanya bisa memegang jabatan saja,” tambah beliau.

Karena kinerja dan sikap kedua pemimpin ini, Mang Ajis Suka Randeg menyatakan bahwa seluruh Warga Pajar Bakti merasakan kekecewaan yang sangat mendalam.

“Ingin jadi pemimpin tapi tidak punya potensi apa-apa, hasilnya jelas terlihat sekarang. Masyarakat kecewa berat, dan kami semua mengecam keras cara kerja dan sikap keduanya. Jabatan itu bukan mainan, tapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan!”

Mang Ajis Suka Randeg juga menyampaikan bahwa suara ini bukan hanya miliknya sendiri, melainkan mewakili seluruh Warga Dusun Pajar Bakti, Desa Bakti Rasa, bahkan Warga Kecamatan Sragi secara keseluruhan. Seluruh lapisan Masyarakat mengecam keras perilaku kedua Pemimpin tersebut.

Redaksi: Mentrengnews.com
Penulis : Sholeh MTV
Suara Rakyat | Tajam, Berani, Mengawal Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *