Kalianda, Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 2 Mei 2026, Jabatan tinggi yang disandang oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan dan Direktur RSUD Bob Bazar bukanlah sekadar simbol kekuasaan, melainkan amanah besar yang mempertaruhkan nyawa rakyat. Secara tegas dan jelas, tugas pokok dan fungsi mereka sudah tertulis hitam di atas putih, tidak bisa diubah dan tidak bisa diingkari:
TUGAS POKOK SEHARUSNYA:
1. Memimpin dan mengatur seluruh operasional rumah sakit, dari layanan medis, penunjang, hingga administrasi.
2. Menyusun perencanaan strategis, visi misi, serta pengembangan fasilitas dan SDM.
3. Mengelola keuangan dan anggaran secara transparan dan akuntabel.
4. Menetapkan kebijakan pelayanan yang berstandar tinggi serta membina seluruh pegawai.
5. Melakukan pengawasan dan evaluasi untuk memastikan semua berjalan sesuai prosedur.
6. Menjalin hubungan kerja dan membuat laporan pertanggungjawaban kepada pihak berwenang.
Intinya, kedua pejabat ini memegang kendali penuh atas mutu pelayanan dan keselamatan nyawa setiap pasien yang datang berobat. Namun ironisnya, fakta di lapangan berbicara lain—sangat jauh dari apa yang menjadi kewajiban mereka.
80% PEGAWAI TIDAK SUKA, PELAYANAN TANPA ATURAN
Seorang senior pegawai RSUD Bob Bazar yang enggan disebutkan namanya, berani buka suara kepada awak media dengan nada penuh kekecewaan. Ia menegaskan bahwa kinerja dan kepemimpinan di rumah sakit andalan masyarakat ini sudah sangat jauh dari kata layak.
“Coba tanya saja ke seluruh elemen yang ada di dalam RSUD ini. Jawabannya hampir 80 persen menyatakan tidak puas dan tidak menyukai cara kepemimpinan saat ini. Yang paling memprihatinkan adalah soal pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pasien yang kondisinya masih kritis dan belum stabil, sudah dipaksa dipindahkan ke ruang rawat inap. Akibatnya? Banyak nyawa melayang sia-sia! Ini bukan lagi soal ketidakmampuan, tapi sudah masuk kategori kelalaian berat yang membunuh rakyat,” tegasnya dengan nada geram.
Dari pengakuan tersebut dapat disimpulkan secara tegas bahwa dugaan kuat muncul: pelayanan di RSUD Bob Bazar tidak berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Proses penanganan yang sembarangan telah mengorbankan nyawa manusia, dan ini adalah kesalahan fatal yang tidak bisa dimaafkan.
BUNGKAM DAN MENGHINDAR, SEOLAH TIDAK ADA TANGGUNG JAWAB
Upaya Tim Media mencari tanggapan dan klarifikasi juga menemui jalan buntu. Kami telah menghubungi melalui pesan WhatsApp, bahkan tim kami secara fisik mendatangi kantor Dinas Kesehatan untuk mempertanyakan langkah antisipasi dan solusi yang akan diambil. Namun sama sekali tidak ada tanggapan.
Padahal sebelumnya, berbagai masalah sudah menjadi sorotan publik. Mulai dari lambannya penerbitan hasil visum yang sempat viral, hingga insiden pengusiran wartawan yang memicu kemarahan banyak pihak. Sampai hari ini, Kepala Dinas Kesehatan tetap memilih diam seribu bahasa.
Yang lebih menusuk lagi, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa baik Kepala Dinas Kesehatan maupun Direktur RSUD Bob Bazar memiliki sikap yang sangat memalukan. Setiap kali ada masalah atau keluhan yang disampaikan, mereka justru menutup mata, menutup telinga, dan bersikap seolah tidak tahu apa-apa. Seolah-olah mereka bekerja bukan untuk melayani masyarakat, melainkan hanya sekadar mengejar gaji dan jabatan semata. Rasa tanggung jawab seolah telah mati bersama kualitas pelayanan yang mereka kelola.
SERING DIINGATKAN TAPI TAK ADA PERUBAHAN
Ketua Komisi 4 DPRD Lampung Selatan, Taman, juga membenarkan bahwa persoalan ini bukanlah hal baru. Dalam setiap kesempatan Rapat Dengar Pendapat (RDP), pihak legislatif sudah berulang kali menekankan agar kualitas pelayanan ditingkatkan secara serius. Namun teguran dan masukan tersebut seolah masuk kuping kiri keluar kuping kanan, tidak ada tindak lanjut nyata dari pihak pengelola.
“Kami sudah sering sampaikan, kami sudah sering ingatkan, tapi seolah nasi sudah menjadi bubur. Kalau sudah ada korban jiwa baru mau bergerak, itu sudah terlambat. Kami melihat ini sebagai kegagalan manajemen yang sangat serius,” tegasnya dengan nada tegas.
Rakyat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman dan layak. Namun jika para pemegang amanah justru bersikap acuh tak acuh dan membiarkan sistem berjalan kacau, maka sudah selayaknya pertanggungjawaban diambil. Mentrengnews.com akan terus mengawal kasus ini sampai ada kejelasan dan tindakan nyata dari pihak berwenang.
Redaksi: Mentrengnews.com
Penulis : Sholeh MTV & TIM
Suara Rakyat | Tajam Menusuk, Panas Membakar, Mengawal Nyawa Rakyat








