Bukittinggi | Mentrengnews.com — Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menjadi andalan Bank Nagari untuk menguatkan sektor UMKM yang dinilai mampu bertahan di tengah gejolak ekonomi.
Pimpinan Cabang Bank Nagari Bukittinggi, Henry Suhairi, menyampaikan hal itu kepada awak media pada Selasa (19/5/2026).
“Yang bisa bertahan saat ini adalah UMKM, bukan hanya pengusaha besar. Karena itu Bank Nagari sangat fokus mendukung pelaku UMKM melalui program KUR, kita mengajak masyarakat tinggalkan rentenir,” ujarnya.
Henry menjelaskan, untuk wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, KUR 2026 mendapat kebijakan khusus berupa bunga 0 rupiah hingga 31 Desember 2026. Kebijakan ini diharapkan meringankan beban pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.
“Selama usaha jelas dan memenuhi syarat, masyarakat bisa mengajukan KUR dengan bunga 0 rupiah sampai akhir tahun 2026,” katanya.
Proses pengajuan tetap mengikuti prosedur pemerintah. Data calon nasabah akan dimasukkan ke aplikasi E-SIKAPE terlebih dahulu. Jika dinyatakan layak dan disetujui sistem, barulah proses pinjaman dilanjutkan.
“Kami mengikuti prosedur program pemerintah. Data calon nasabah dimasukkan dulu ke E-SIKAPE, jika dinyatakan layak dan disetujui, baru proses pinjaman berjalan,” jelas Henry.
Program ini juga menjadi upaya Pemerintah Provinsi dalam memutus rantai praktik rentenir yang selama ini memberatkan masyarakat. Dengan bunga ringan bahkan 0 persen, masyarakat diimbau beralih ke pinjaman resmi perbankan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak lagi bergantung kepada rentenir. Silakan datang ke Bank Nagari, sampaikan jenis usahanya, nanti kami sesuaikan dengan kemampuan pembayaran dan kelayakan usaha,” tambahnya.
Plafon KUR yang tersedia mulai Rp10 juta hingga maksimal Rp500 juta, disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan usaha. Proses akan lebih lancar bagi calon peminjam dengan riwayat keuangan baik dan bebas dari kredit bermasalah.
Di sisi lain, Henry juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Bank Nagari.
“Jika ada yang menelepon mengatasnamakan Bank Nagari dan meminta data pribadi, itu bukan petugas kami. Pihak bank tidak pernah meminta data nasabah melalui telepon, karena seluruh data nasabah sudah kami miliki,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak mudah memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal demi menghindari penipuan.(Elly/**)








