Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

7 Tahun Mengabdi, Pak Saman Berpamitan Tanpa Ucapan Terima Kasih; Kepsek Baru SMAN 1 Rajabasa Dinilai Arogan, Komite Sekolah Dianggap Tak Ada

×

7 Tahun Mengabdi, Pak Saman Berpamitan Tanpa Ucapan Terima Kasih; Kepsek Baru SMAN 1 Rajabasa Dinilai Arogan, Komite Sekolah Dianggap Tak Ada

Sebarkan artikel ini

RAJABASA, Lampung Selatan  |  Mentrengnews.com – 20 Mei 2026, Pergantian pucuk pimpinan di SMAN 1 Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, meninggalkan cerita yang menyisakan kekecewaan mendalam. Pak Saman, sosok yang telah mengabdikan dirinya selama tujuh tahun penuh memimpin dan membina sekolah tersebut, harus melepas jabatan tanpa mendapatkan penghargaan, apresiasi, atau sekadar ucapan terima kasih dari kepala sekolah penggantinya saat proses serah terima jabatan (Sertijab) berlangsung.

Bukan hanya berhenti di situ, sumber terpercaya di lingkungan sekolah mengungkapkan hal yang jauh lebih janggal. Sejak menempati jabatan baru, Kepala Sekolah SMAN 1 Rajabasa yang baru ini dinilai bersikap tertutup, arogan, dan sama sekali tidak pernah berkoordinasi dengan pihak Komite Sekolah yang sejatinya merupakan mitra strategis utama dalam kemajuan pendidikan.

Mendengar penuturan yang cukup mengherankan dan janggal tersebut, awak media mentrengnews.com langsung turun ke lapangan dan menemui Ketua Komite Sekolah guna menelusuri kebenaran informasi yang beredar.

Terkait kondisi hubungan kerja sama pasca pergantian pimpinan, Ketua Komite Sekolah membenarkan segala hal yang disampaikan sumber, bahkan menuturkan penjelasannya secara panjang lebar dan mendalam mengenai perbedaan gaya kepemimpinan yang sangat kontras terasa.

“Iya bang, benar sekali. Dulu saat kepemimpinan masih dijabat oleh Pak Saman, hal apa pun yang menyangkut sekolah, sekecil apa pun masalahnya, selalu saja berkoordinasi dan berdiskusi dengan kami pihak komite. Namun, kondisinya sangat berubah drastis semenjak dijabat oleh Ibu Kepala Sekolah yang sekarang ini.

Sama sekali tidak ada kabar, tidak ada informasi apa pun yang masuk ke kami dari sekolah,” ungkap Ketua Komite dengan nada kecewa.

Lebih lanjut dijelaskan, komunikasi dan keterbukaan informasi kini seolah terputus total. “Bahkan menjelang pelaksanaan ujian saja, kami pihak komite tidak dikasih tahu, tidak diberitahukan sama sekali. Padahal itu hal krusial yang seharusnya kami dukung dan persiapkan bersama,” tambahnya.

Ketua Komite menegaskan, pola kerja kepemimpinan yang diusung oleh Kepala Sekolah yang baru ini sangat berbeda jauh dan terasa sangat menyendiri. Sinergitas yang seharusnya terjalin erat antara sekolah dan masyarakat yang diwakili Komite, seolah diputus sepihak.

“Kepala sekolah yang baru ini sama sekali tidak pernah bersinergi dengan kami. Bahkan komunikasi saja tidak ada, tidak pernah ada sapaan atau ajak bicara terkait program sekolah. Seakan-akan kami ini dianggap tidak ada, seolah keberadaan Komite Sekolah ini tidak diperlukan sama sekali,” tegasnya.

Menyikapi kondisi yang terjadi saat ini, Ketua Komite Sekolah memberikan pernyataan tegas mengenai sikapnya. “Saya secara pribadi dan selaku ketua komite menyatakan sangat kecewa terhadap kinerja dan sikap Ibu Kepala Sekolah yang saat ini menjabat. Kami merasa keberadaan kami diabaikan, padahal kami siap mendukung kemajuan sekolah,” ujarnya dengan nada penuh kekecewaan.

Meski demikian, harapan masih disampaikan agar suasana kerja sama bisa kembali terjalin baik demi kemajuan pendidikan anak-anak.

“Harapan kami, semoga Ibu Kepala Sekolah yang baru menjabat saat ini bisa menjadi pemimpin yang lebih humanis, lebih mau mendekatkan diri, dan lebih bersinergi lagi dengan kami pihak komite sekolah demi kemajuan SMAN 1 Rajabasa,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk mendapatkan tanggapan dan konfirmasi terkait pemberitaan ini, awak media telah berupaya menghubungi dua orang guru di SMAN 1 Rajabasa. Namun, kedua guru tersebut menyatakan tidak berkenan memberikan nomor kontak pribadi Kepala Sekolah.

Sebagai jalan tengah, awak media telah mengirimkan naskah rilis berita ini kepada salah satu tenaga pendidik di sana, dengan kesepakatan Pesan berita tersebut akan diteruskan kepada Kepala Sekolah guna menampung tanggapan atau penjelasan yang diperlukan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan balik yang diterima dari pihak pimpinan sekolah.

Sebagai informasi, SMAN 1 Rajabasa sendiri merupakan sekolah menengah atas negeri yang terletak di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Sekolah dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 10825076 ini berstatus akreditasi B dan menjadi salah satu pusat pendidikan andalan masyarakat setempat.

Sikap Kepala Sekolah baru yang enggan berkomunikasi dengan Komite serta cara penyambutan pergantian jabatan yang dianggap kurang beretika ini pun menjadi sorotan.

Masyarakat berharap, pemimpin pendidikan tidak hanya mengandalkan kemampuan akademis, namun juga menjunjung tinggi etika, tata krama, serta kemampuan menjalin hubungan harmonis dengan seluruh elemen pendukung sekolah demi kemajuan pendidikan anak didik.

mentrengnews.com
Mengutamakan Fakta, Menyuarakan Suara Masyarakat

Penulis : Sholeh MTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *