LINTAU BUO | Mentrengnewa.com – Kabar darurat datang dari wilayah Kecamatan Lintau Buo. Jembatan penghubung strategis antara Kabupaten Tanah Datar (Lintau Buo) dan Kabupaten Lima Puluh Kota (Payakumbuh) dilaporkan telah runtuh sebagian pada Kamis (21/5/2026) siang. Akibat insiden ini, arus lalu lintas untuk kendaraan roda empat dan sejenisnya sepenuhnya terputus dan tidak dapat dilalui.
Informasi awal diterima melalui laporan cepat (flash report) dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) Jorong Taruko, Nagari Taluk, Serda Darwin, yang bertugas di Koramil 04/Lintau Buo. Serda Darwin melaporkan bahwa keruntuhan terjadi akibat diterusnya retakan struktur yang ditemukan sebelumnya, diperparah oleh debit air sungai yang tinggi dan erosi pada pondasi jembatan.
“Saat ini kondisi jembatan sangat kritis. Bagian tengah jembatan telah ambles dan putus. Saya sudah langsung berada di lokasi bersama warga untuk memasang barikade dan melarang keras kendaraan roda empat melintas demi keselamatan,” lapor Serda Darwin via radio komunikasi ke Plh Danramil 04/Lintau Buo.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Plh Danramil 04/Lintau Buo, Serma Ardipon segera mengerahkan tambahan personel untuk membantu pengamanan lokasi. Koordinasi cepat juga dilakukan dengan Polsek Lintau Buo dan Dinas PU Bina Marna Provinsi Sumatera Barat.
Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol Arm Hendriyana, S.Sos., M.M., yang menerima laporan tersebut, langsung instruksi kepada jajaran Koramil 04/Lintau Buo untuk:
– Memastikan Keamanan: Memperkuat garis batas area berbahaya (sterilisasi lokasi) agar tidak ada warga atau kendaraan yang nekat melewati sisa jembatan yang rapuh.
– Pengaturan Lalu Lintas: Bekerja sama dengan Polsek dan Dishub untuk mengalihkan arus lalu lintas roda empat ke jalur alternatif yang lebih panjang namun aman, serta mengatur prioritas bagi kendaraan darurat (ambulans/pemadam).
– Asistensi Teknis: Membantu tim ahli dari Dinas PU dalam melakukan asesmen kerusakan awal.
“Keselamatan jiwa adalah harga mati. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, khususnya pengendara mobil, truk, dan bus, untuk TIDAK memaksakan diri melewati jembatan tersebut. Gunakan jalur alternatif melalui Kumanis terus ke Koto Panjang dan keluar di tigo jangka. Personel Babinsa dan Polsek akan terus siaga di lokasi,” tegas Letkol Arm Hendriyana.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada korban jiwa dalam insiden keruntuhan jembatan tersebut karena tindakan cepat dari Serda Darwin dan warga setempat yang sigap menutup akses saat retakan mulai melebar. Tim gabungan kini sedang mengevakuasi alat berat untuk pembersihan material longsor di akses menuju jembatan, sambil menunggu kedatangan tim teknis provinsi untuk rencana pembangunan jembatan darurat (bailey bridge) atau perbaikan permanen.
Masyarakat diharapkan tetap tenang, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan memantau informasi resmi dari Pemkab Tanah Datar serta Dinas PUPR Provinsi Sumatera Barat. (Pendim 0307)








