LINTAU BUO | Mentrengnews.com – Mengatasi terputusnya akses akibat ambruknya Jembatan Titian Putih di Jorong Taruko, Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, personel TNI bersama masyarakat bergotong royong membangun jembatan darurat (bailey sederhana) menggunakan material batang kelapa. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Babinsa Koramil 04/Lintau Buo, Serda Darwin, bersama anggota Batalyon Infanteri Teritorial (Yonif) TP 951/Pandeka Marapi, pada Sabtu (23/05/2026).
Jembatan Titian Putih yang sebelumnya menjadi akses utama bagi pejalan kaki dan sepeda motor antar-jorong runtuh sebagian akibat erosi tanah dan derasnya arus sungai pasca-banjir beberapa hari lalu. Kondisi ini isolasi warga di satu sisi jorong dan menyulitkan distribusi kebutuhan pokok serta akses ke lahan pertanian.
Melihat urgensi tersebut, Plh Danramil 04/Lintau Buo berkoordinasi dengan Wali Nagari Taluk dan tokoh masyarakat untuk segera membuat solusi sementara sebelum perbaikan permanen oleh Dinas PU Provinsi dapat dilaksanakan. Disepakati untuk memanfaatkan batang pohon kelapa yang tersedia di sekitar lokasi sebagai material utama karena kuat, ringan, dan mudah didapat.
“Kami tidak bisa menunggu lama. Masyarakat butuh akses untuk beraktivitas. Dengan semangat gotong royong, kami manfaatkan apa yang ada. Batang kelapa diikat kuat dengan kawat dan dihimpit menggunakan kayu penyangga agar stabil,” jelas Serda Darwin, Babinsa setempat, saat mengawasi proses pemasangan.
Proses pembangunan berlangsung cepat berkat kerja sama solid. Anggota Yonif TP 951/Pandeka Marapi yang memiliki keahlian teknik lapangan mengambil peran dalam merancang struktur ikatan dan memastikan kestabilan pondasi di tepian sungai. Sementara itu, Babinsa dan warga setempat membantu menebang, membersihkan, dan membawa batang kelapa ke lokasi, serta membantu proses pengikatan.
Wali Nagari Taluk, Bapak Pendiri Aswil, mengungkapkan rasa terima kasih atas respons cepat TNI. “Ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di saat sulit, Bapak-Bapak TNI tidak hanya memberi bantuan sembako, tapi juga turun tangan membangun infrastruktur darurat. Ini sangat membantu ekonomi warga kecil yang bergantung pada akses jalan setapak ini,” ujarnya.
Dalam waktu kurang dari 6 jam, jembatan darurat sepanjang kurang lebih 8 meter dengan lebar 1,5 meter berhasil diselesaikan. Jembatan ini kini sudah dapat dilalui oleh pejalan kaki dan sepeda motor dengan hati-hati, meskipun kendaraan roda empat masih harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh.
Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol Arm Hendriyana, S.Sos., M.M., mengapresiasi inisiatif jajaran bawahannya. “Tindakan cepat Babinsa dan Yonif TP 951 ini patut dicontoh. Kemampuan adaptasi dan inovasi di lapangan adalah kunci penanganan bencana. Namun, saya ingatkan kepada pengguna jembatan darurat ini untuk tetap berhati-hati dan tidak memuat beban berlebih,” tegas Dandim.
Pembangunan jembatan darurat dari batang kelapa ini menjadi simbol ketangguhan dan kreativitas masyarakat Tanah Datar bersama TNI dalam menghadapi tantangan pasca-bencana, sembari menunggu rencana rehabilitasi permanen dari pemerintah provinsi. (Pendim 0307)







