Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Lampung Selatan Perkuat Kapasitas Destana di Tiga Kecamatan

×

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Lampung Selatan Perkuat Kapasitas Destana di Tiga Kecamatan

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG SELATAN  |  Mentrengnews.com –  29 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkomitmen mengubah pola penanganan bencana dari yang bersifat reaktif menjadi lebih preventif dan siap siaga. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, S.H., saat menyoroti keberhasilan pelaksanaan rangkaian pelatihan dan sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang digelar di empat Desa Tangguh Bencana (Destana) sepanjang akhir Mei 2026.

“Pelatihan intensif yang kami laksanakan berturut-turut di Desa Suak, Maja, Totoharjo, dan Kelawi ini adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk menggeser paradigma lama.

Kita tidak lagi sekadar sibuk bergerak saat masa tanggap darurat atau setelah bencana terjadi, melainkan kini lebih memfokuskan perhatian dan upaya pada aspek pencegahan serta kesiapsiagaan yang matang jauh sebelum bencana itu terjadi,” ujar Maturidi.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa keberadaan desa tangguh tidak boleh sekadar menjadi status formalitas di atas kertas, melainkan harus berlandaskan kemampuan nyata.

“Secara regulasi dan kebijakan, kami terus mendorong agar predikat ‘desa tangguh’ itu benar-benar didukung oleh kapasitas teknis yang mumpuni dan andal. Anggota Destana yang telah terlatih dengan baik ini merupakan aset strategis daerah sekaligus menjadi perpanjangan tangan kami yang paling dekat dan berada di garda terdepan.

Kami sangat berharap pemerintah desa serta seluruh instansi terkait terus menjalin sinergi dan kerja sama yang baik demi menjaga keberlanjutan program ini, yang pada akhirnya bertujuan menurunkan indeks risiko bencana di wilayah Lampung Selatan secara signifikan,” tegasnya.

Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Apriyansyah S.E., M.M., yang memaparkan bahwa agenda ini merupakan langkah nyata penerapan manajemen risiko bencana di tingkat hulu. Program ini disusun khusus untuk memperkuat fondasi keselamatan berbasis masyarakat, khususnya bagi kawasan pesisir yang memiliki risiko kerawanan tinggi.

“Program KIE ini dirancang khusus untuk meningkatkan daya adaptasi dan ketangguhan masyarakat terhadap berbagai potensi ancaman bencana.

Kami secara khusus melibatkan tenaga ahli dan instruktur dari Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Wilayah Lampung, agar standar kemampuan teknis para anggota Destana di keempat lokasi ini benar-benar teruji dan andal, tidak hanya sekadar sebatas pemahaman teoretis saja,” jelas Erwan.

Menurutnya, kemampuan praktis sangatlah krusial mengingat waktu yang tersedia untuk menolong saat darurat sangat terbatas.

“Dalam situasi darurat, golden time atau waktu emas untuk menyelamatkan nyawa itu sangat terbatas dan tidak bisa diulang. Oleh karena itu, kemampuan dan gerak cepat dalam melakukan pertolongan seperti Resusitasi Jantung Paru (CPR), teknik pembidaian patah tulang, pertolongan pertama pada kecelakaan, hingga cara evakuasi yang tepat dan aman wajib dikuasai dengan baik dan benar oleh para petugas maupun relawan,” tambahnya.

Setiap sesi pelatihan ditutup dengan simulasi penanganan darurat guna menguji efektivitas sistem komando di tingkat desa. “Tujuan besar dan sasaran utama dari seluruh kegiatan ini adalah terciptanya kemandirian dalam upaya pengurangan risiko bencana.

“Kami menginginkan agar masyarakat dan unsur yang ada di tingkat komunitas lokal benar-benar siap dan mampu menjadi first responder atau penyelamat pertama yang tangguh dan sigap, jauh sebelum bantuan resmi dari pemerintah kabupaten maupun pihak lain berdatangan,” terangnya.

Secara operasional, penguatan kapasitas ini dibangun di atas tiga pilar utama: penguasaan keahlian pertolongan pertama dan RJP untuk menekan angka kematian sebelum penanganan medis; keselarasan seluruh prosedur dengan standar nasional berkat pendampingan Basarnas; serta pengokohan ketahanan masyarakat pesisir dalam menghadapi ancaman bencana geologi maupun hidrometeorologi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lampung Selatan, Nurmasuri, S.E., menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia harus sejalan dengan ketersediaan sarana penunjang. Penguatan kapasitas Destana ini, kata dia, mutlak harus diimbangi dengan kesiapan manajemen logistik dan peralatan evakuasi yang memadai di tingkat desa.

“Ketangguhan personil yang bergerak dan bertugas di lapangan tidak akan berjalan maksimal serta memberikan hasil yang baik tanpa adanya dukungan logistik dan peralatan yang lengkap serta siap pakai. Oleh karena itu, melalui rangkaian pelatihan ini, kami juga menekankan pentingnya penerapan manajemen logistik dalam situasi darurat yang berbasis pada kemampuan masyarakat setempat.

Anggota Destana diajarkan dan dilatih bagaimana cara mengelola posko pengungsian secara mandiri, tertib, dan teratur, serta mampu melakukan pendataan kebutuhan yang nyata dan riil di lapangan secara cepat, tepat, dan akurat,” jelas Nurmasuri.

Sistem kerja ini juga diharapkan mampu melancarkan distribusi bantuan saat kejadian. “Pada saat bencana benar-benar terjadi, alur dan rantai pendistribusian bantuan logistik harus dapat berjalan lancar, cepat, dan tanpa hambatan berarti.

Dengan adanya personil Destana yang sudah terlatih dan cakap di Desa Suak, Maja, Totoharjo, dan Kelawi, kami yang berada di tingkat kabupaten dapat langsung menyalurkan berbagai bantuan berupa dana stimulan, tenda darurat, hingga kebutuhan pangan dan permakanan secara tepat sasaran dan sesuai prioritas, berlandaskan pada pengelompokan atau klaster kebutuhan yang telah mereka laporkan.

Hal ini merupakan langkah yang sangat krusial dan penting guna memastikan seluruh proses penanganan keadaan darurat dapat berjalan efektif dan efisien bahkan sejak menit pertama kejadian,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan ini telah dilaksanakan secara bertahap sesuai jadwal:
✅ 21 Mei 2026: Destana Suak, Kecamatan Sidomulyo
✅ 22 Mei 2026: Destana Maja, Kecamatan Kalianda
✅ 25 Mei 2026: Destana Totoharjo, Kecamatan Bakauheni
✅ 26 Mei 2026: Destana Kelawi, Kecamatan Bakauheni

Redaksi mentrengnews.com
Mengutamakan Fakta, Menyuarakan Suara Rakyat

Penulis : Sholeh MTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *