Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Dua Oknum Anggota Kepolisian Kota Payakumbuh Baku Hantam Di Tempat Hiburan Malam

×

Dua Oknum Anggota Kepolisian Kota Payakumbuh Baku Hantam Di Tempat Hiburan Malam

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh  |  MentrengNews. Com – Publik Kota Payakumbuh digegerkan dengan kabar dugaan perkelahian yang melibatkan dua oknum anggota kepolisian di sebuah tempat hiburan malam. Insiden tersebut dikabarkan terjadi di DKK Cafe, Kelurahan Padang Datar, pada Sabtu dini hari, 13 Juni 2026.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dua aparat yang terlibat masing-masing berinisial KS, yang bertugas di Polsek Kota Payakumbuh, dan LN, anggota Satuan Reskrim Polres Payakumbuh.

Menurut sejumlah sumber di lokasi, keributan bermula dari adu mulut di dalam kafe yang diketahui menyediakan minuman keras (miras). Situasi memanas hingga berujung baku hantam di hadapan para pengunjung.

“Awalnya cuma cekcok biasa, tapi tiba-tiba suasananya memanas dan berakhir baku hantam. Pengunjung sempat panik karena yang terlibat ternyata sesama anggota polisi,” ujar salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Meski keributan berhasil dilerai, peristiwa ini langsung menjadi sorotan masyarakat. Tidak hanya karena melibatkan aparat penegak hukum, tetapi juga memunculkan kembali pertanyaan soal aktivitas DKK Cafe yang disebut-sebut kerap menggelar hiburan malam dengan musik DJ hingga larut malam serta diduga menjual miras secara bebas.

Sejumlah warga sekitar mengaku resah dengan aktivitas di lokasi tersebut. Mereka mempertanyakan pengawasan dari pihak terkait, khususnya Satpol PP Kota Payakumbuh sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda).

“Sudah lama aktivitas di sana jadi perhatian warga. Tapi terkesan dibiarkan,” kata seorang warga.

Saat dikonfirmasi pada Selasa (16/6/2026), Kapolres Payakumbuh, AKBP Ricky Ricardo, mengaku belum mengetahui adanya insiden tersebut.

“Dapat info dari mana? Biar saya telusuri dulu,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kapolsek Kota Payakumbuh, Kompol Herman, yang menjadi atasan langsung KS, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan anggotanya.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, yang menunggu langkah tegas dari institusi kepolisian sekaligus kejelasan terkait legalitas operasional tempat hiburan malam tersebut.(Dby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *