Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Mengakar Kuat di Usia 18 Tahun, Ponpes Waratsatul Anbiya’ Solok Wisuda 36 Santri dan Siap Jadi Lentera Masa Depan

×

Mengakar Kuat di Usia 18 Tahun, Ponpes Waratsatul Anbiya’ Solok Wisuda 36 Santri dan Siap Jadi Lentera Masa Depan

Sebarkan artikel ini

Kota Solok  |  MentrengNewa. Com — Momentum bersejarah dan penuh haru menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Waratsatul Anbiya’ Kota Solok pada Senin (22/06/2026). Lembaga pendidikan Islam terkemuka ini sukses menggelar perayaan Milad ke-18 sekaligus Wisuda ke-12 Angkatan ke-13 yang berlangsung khidmat.

Dengan mengusung tema “Sinergi Lentera Masa Depan, Mengukir Prestasi Pancarkan Inspirasi”, acara ini dihadiri oleh jajaran penting Pemda Kota Solok, Kementerian Agama, tokoh masyarakat, serta para donatur.

Dalam laporannya, Pimpinan Ponpes Waratsatul Anbiya’, Dalmarison, S.Pd., kilas balik mengenai perjuangan panjang pesantren yang dipimpinnya. Berdiri sejak tahun 2008 dan memulai proses belajar mengajar pada 2009, ponpes ini sempat menumpang hingga tahun 2017.

“Berkat bantuan para donatur dan dana internal ponpes, Alhamdulillah saat ini kita sudah memiliki lahan sendiri seluas hampir 1,8 hektar dengan total 343 santri. Tahun ini, kita meluluskan 36 santri,” ujar Dalmarison penuh haru.

Ia juga berpesan kepada para wisudawan agar tidak cepat puas dan terus melanjutkan pendidikan. “Sekolah di pesantren itu butuh perjuangan berat, tidak sama dengan di rumah. Namun mereka kuat, dan insya Allah reward-nya adalah surga Allah,” tambahnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok, H. Amril, yang hadir didampingi Kasi Pd Pontren Fauzi dan Pengawas Sekolah Joni, memberikan apresiasi yang luar biasa atas capaian Ponpes Waratsatul Anbiya’. Menurutnya, usia 18 tahun adalah simbol kematangan sebuah lembaga pendidikan.

“Ponpes Waratsatul Anbiya’ bukan sekadar tumbuh, tapi akarnya sudah berurat berakar dan dahan-dahannya berkembang pesat menaungi umat,” puji H. Amril.

Dalam sambutannya, H. Amril membedah tiga pilar utama dari tema yang diusung:
• Sinergi Pendidikan Agama: Pesantren tidak bisa berjalan sendiri di era digital. Butuh kolaborasi kuat antara pemerintah, Kemenag, dan masyarakat.
• Mengukir Prestasi di Segala Bidang: Alumni ponpes harus mampu menjadi teladan dan oase penyejuk di tengah masyarakat, bukan hanya di bidang agama tetapi juga sains dan teknologi.
• Pancarkan Inspirasi: Wisuda ini adalah gerbang awal. Label ‘Santri’ akan melekat seumur hidup sebagai penjaga moral dan integritas.

Di akhir penyampaiannya, H. Amril secara khusus meminta dukungan berkelanjutan dari Pemda Kota Solok demi kemajuan pesantren di masa depan, yang ditutup dengan bait pantun hangat:

“Padi segantang di dalam lumbung, Dipanen anak di hari Selasa; Sinergi erat mari kita sambung, Mencetak santri pilar bangsa,”ungkap H. Amril.

Gayung bersambut, Walikota Solok yang diwakili oleh Asisten I Pemda Kota Solok, Zulkarnain, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah terhadap perkembangan pendidikan Islam.
Zulkarnain menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan menegaskan bahwa Pemda Kota Solok akan selalu mendukung program-program keagamaan agar visi Kota Solok sebagai Kota Beras Serambi Madinah yang berjiwa madani dapat benar-benar terwujud.

Acara yang berlangsung meriah ini juga dihadiri oleh Forkopimda, perwakilan Kemenhaj Kota Solok Oma Fahmi, Camat Tanjung Harapan, Lurah Kampung Jawa, Pimpinan MUI, serta para pimpinan ponpes, madrasah, dan Kepala KUA se-Kota Solok. Lulusnya 36 santri ini diharapkan menjadi angin segar bagi pencetakan generasi penerus para nabi di Kota Solok. (helda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Kota Solok  |  MentrengNews. Com – Suasana halaman…