Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Muhammad Syukur, S.Pd.I Resmi Sandang Gelar Adat “Datuk Godang Rajo” dari Suku Piliang Laweh di Nagari Gurun

×

Muhammad Syukur, S.Pd.I Resmi Sandang Gelar Adat “Datuk Godang Rajo” dari Suku Piliang Laweh di Nagari Gurun

Sebarkan artikel ini

Sungaitarab | MentrengNews. Com – Seorang Mmantan anggota DPRD dan wartawan senior di PWI Tanah Datar serta tokoh masyarakat Tanah Datar, Muhammad Syukur, S.Pd.I, resmi menyandang gelar adat “Datuk Godang Rajo” dari suku Piliang Laweh. Prosesi penobatan (basandiang) yang berlangsung secara khidmat ini dilaksanakan di Balerong Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, pada Minggu (12/7/2026), dipimpin langsung oleh Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Gurun, Dr. H. Febby Dt. Bangso Kayo.

Acara yang dihadiri oleh ratusan undangan ini merupakan wujud pengakuan tinggi dari kaum Piliang Laweh terhadap dedikasi Muhammad Syukur sebagai anak nagari serta perannya dalam melestarikan nilai-nilai budaya Minangkabau di tengah masyarakat. Gelar Datuk Godang Rajo memiliki makna filosofis sebagai pemimpin yang berwibawa, bijaksana, dan menjadi panutan bagi kaumnya dalam menjalankan amanah adat dan agama.

Dalam kesempatan itu, Ketua KAN Nagari Gurun menekankan bahwa pemberian gelar ini bukan sekadar formalitas, melainkan penyerahan tanggung jawab moral untuk menjaga marwah suku dan nagari. “Gelar Datuk Godang Rajo adalah amanah besar. Kami berharap Bapak Muhammad Syukur dapat terus mengabdikan diri, tidak hanya sebagai seorang wartawan dan anak nagari, tetapi juga sebagai ninik mamak yang mampu menasihati dan membimbing generasi muda sesuai dengan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah,” ujar Dr. H. Febby Dt. Bangso Kayo.

Prosesi adat dimulai dengan penyambutan tamu kehormatan, dilanjutkan dengan pidato pasambahan oleh pemangku adat senior, pemasangan atribut adat (tengkuluk dan tali bahu), serta pembacaan surat ketetapan gelar. Suasana semakin haru ketika para ninik mamak memberikan nasihat-nasihat luhur tentang kepemimpinan dan kekeluargaan kepada datuk baru tersebut.

Muhammad Syukur, S.Pd.I., mengucapkan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT dan seluruh unsur adat Nagari Gurun. Ia berjanji akan mengemban gelar ini dengan sebaik-baiknya dan tetap berkomitmen untuk memajukan pendidikan serta kebudayaan di Luhak Nan Tuo.

“Ini adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya. Saya akan terus berusaha menjadi teladan, baik di masyarakat maupun di lingkungan adat. Terima kasih kepada suku Piliang Laweh yang telah mempercayai saya,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Hadir dalam acara tersebut tokoh-tokoh masyarakat, rekan-rekan seprofesi dari dunia jurnalis, serta keluarga besar kaum Piliang Laweh. Acara ditutup dengan makan bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Dengan disandangnya gelar ini, diharapkan sinergi antara kaum intelektual/pendidik dengan lembaga adat di Nagari Gurun dapat semakin kuat dalam membangun nagari yang maju, mandiri, dan berbudaya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *