Padang | MentrengNews.Com – Semangat menjaga Sumatera Barat yang aman, damai, dan berbudaya kembali ditegaskan dalam pertemuan antara pengurus International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) dengan jajaran Polda Sumbar.
Bertempat di Mapolda Sumbar, Jumat (24/07/2026), Ketua IMLF Sastri Bakry bersama Sekretaris SatuPena Sumatera Barat Armaidi Tanjung, serta panitia IMLF Zusneli Zubir dan Rita Novita, melakukan audiensi dengan Kapolda Sumbar yang baru dilantik, Irjen Pol. Drs. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K.
Audiensi ini juga dihadiri Dirbinmas Polda Sumbar AKBP Yudi Rumantoro, S.I.K., S.H.,M.Si. dan Kabag Psi Ro SDM Polda Sumbar AKBP Fakhrur Rozi, S.Psi.
Dalam pertemuan hangat tersebut, Sastri Bakry menyampaikan laporan kegiatan IMLF selama ini. Festival literasi terbesar di dunia itu, katanya, tidak mungkin berjalan tanpa dukungan Polda Sumbar.
Mulai dari IMLF 1 hingga IMLF 4 di Bukittinggi yang dirangkai dengan peringatan 100 Tahun Jam Gadang, sinergi dengan kepolisian sudah terjalin baik dalam pengamanan, publikasi, hingga menciptakan suasana kondusif.
Lebih dari sekadar laporan, Sastri juga menyampaikan komitmen IMLF ke depan. Ia menegaskan bahwa IMLF ingin mengambil peran lebih besar sebagai mitra strategis Polda dalam menjaga Kamtibmas.
“IMLF percaya literasi budaya adalah jalan untuk menyatukan, mendinginkan suasana, menangkal hoaks, dan mengangkat muruah budaya Minangkabau. Di tengah derasnya informasi, kita butuh ruang-ruang literasi untuk mencerahkan dan menenangkan,” ujar Sastri Bakry.
Bagi IMLF, budaya bukan hanya tontonan. Budaya adalah cara berpikir, cara menyelesaikan masalah, dan cara menjaga kampung. Nilai-nilai Minangkabau seperti _“basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”_ diyakini relevan untuk menjadi benteng dari perpecahan dan disinformasi
Menyambut baik kedatangan rombongan, Irjen Djati Wiyoto Abadhy menyampaikan apresiasinya. Ia menyebut kiprah IMLF sudah mendunia dan membawa nama baik Sumatera Barat.
Ini inisiatif yang luar biasa. Di saat kita semua sibuk dengan patroli dan penegakan hukum, ada komunitas yang bekerja lewat buku, lewat sastra, lewat budaya untuk mendinginkan kepala. Ini yang kita butuhkan,” ucap Kapolda.
Menurutnya, penyebaran informasi yang sejuk dan edukatif adalah bagian penting dari pemeliharaan kamtibmas. Citra positif Sumatera Barat sebagai daerah yang kuat adat dan budayanya juga harus terus dijaga dan diangkat.
Kapolda juga menyatakan dukungannya terhadap rencana-rencana IMLF ke depan
Sebagai simbol dimulainya sinergi dengan kepemimpinan Kapolda yang baru, dilakukan penyerahan cinderamata dari IMLF kepada Irjen Djati.
Dalam kesempatan itu Sastri juga menyampaikan harapan untuk IMLF 5 tahun depan. Dua agenda yang sudah menjadi ciri khas IMLF, yaitu kegiatan Fun Run dan penanaman pohon, diharapkan dapat kembali dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Polda Sumbar agar jangkauannya lebih luas dan berdampak.
“Kami ingin kegiatan itu tidak hanya seremonial. Tapi benar-benar menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat, mencintai lingkungan, dan mencintai budaya sendiri,” harap Sastri.
Audiensi yang berlangsung penuh keakraban ini diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta.
Langkah awal ini diharapkan menjadi pondasi kuat kolaborasi antara pegiat literasi dan aparat keamanan. Dengan menjadikan bahasa, sastra, dan budaya sebagai bagian dari strategi menjaga kamtibmas, Sumatera Barat diyakini akan semakin kuat menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.(Uncu Ed)








