Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Jembatan Peradaban 7.080 Buku Sastra Klasik Tamil Senilai RP230 Juta Tiba Di Kampus kampus Sumbar

×

Jembatan Peradaban 7.080 Buku Sastra Klasik Tamil Senilai RP230 Juta Tiba Di Kampus kampus Sumbar

Sebarkan artikel ini

Padang  |  MentrengNews. Com – Diplomasi budaya Indonesia dan India menorehkan babak baru. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) yang digagas SatuPena Sumatera Barat resmi menyalurkan hibah 7.080 buku sastra klasik Tamil dari Government of Tamil Nadu, India.

Penyerahan berlangsung Jumat, 24 Juli 2026 di Istana Gubernur Sumatera Barat.

Hibah senilai lebih dari Rp230 juta ini terdiri dari 15 set lengkap atau 60 kardus koleksi yang diterbitkan Central Institute of Classical Tamil, Chennai. Lembaga ini merupakan pusat riset nasional di bawah Kementerian Pendidikan Pemerintah India.

Setiap 1 set berisi 118 judul buku dalam 4 kardus. Di dalamnya ada mahakarya dunia seperti _Kurunthokai_, _Thirukkural_, _Cilappatikaram_, _Kamba Ramayanam_, _Ponniyin Selvan_, hingga _Manimekalai_. Karya-karya tersebut merupakan bagian dari Sangam Literature, khazanah sastra Tamil berusia lebih dari 2.000 tahun yang telah diakui UNESCO.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyebut hibah ini bukan sekadar buku.

“Ini adalah jembatan peradaban. Sastra Tamil yang berusia ribuan tahun kini hadir di perpustakaan kampus-kampus Indonesia. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Tamil Nadu atas kepercayaannya yang disalurkan lewat IMLF,” ujar Mahyeldi.

Ia juga menyampaikan, kunjungan ke Chennai bersama Rektor UNP beberapa waktu lalu telah membuka peluang kerja sama pendidikan. Gubernur berharap semangat Tamil Nadu dalam mempromosikan sastra lokalnya bisa menjadi inspirasi bagi Sumatera Barat untuk mengangkat khazanah Minangkabau ke panggung dunia.

Prof. Sufyarma Marsidin, Rektor Universitas Ekasakti (UNES), yang mewakili para rektor, menyambut baik donasi ini. Ia berharap buku sastra klasik ini bisa menjadi bahan kajian, khususnya di jurusan Sastra Inggris dan studi Asia Selatan.

Perwakilan pihak pemberi hibah, Nandan Masilamani, penerbit dari Tamil Nadu, juga menyampaikan pesan. Awalnya buku ini direncanakan diserahkan saat IMLF 4 di Bukittinggi, namun tertahan di pelabuhan.

“Pemerintah India selalu mendukung dan membiayai karya sastra lokal Tamil Nadu yang berkualitas agar dikenal dunia. Kami berharap buku-buku ini menjadi rujukan akademik dan memperkuat studi Asia Selatan di Indonesia,” kata Nandan.

Total 26 perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga literasi di Indonesia menerima hibah ini.

Beberapa pimpinan kampus yang hadir langsung antara lain: Rektor UIN Imam Bonjol, Rektor ISI Padang Panjang, Rektor UBH, Rektor UNES, Rektor UIN Batusangkar, Rektor Universitas Islam Sumatera Barat, Rektor Universitas Dharma Andalas, Rektor Universitas Fort De Kock, Rektor Universitas Moh. Yamin, dan Rektor Universitas Moh. Natsir.

Sementara dari unsur wakil rektor hadir dari Universitas Baiturrahmah, Universitas Muhammadiyah, Universitas Putra Indonesia, Universitas PGRI, dan Universitas Nahdlatul Ulama.

Selain itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Walikota Bukittinggi, Walikota Padang, dan Bupati Padang Pariaman juga menunjuk perwakilan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan untuk menerima.

International Minangkabau Literacy Festival adalah festival literasi bertaraf internasional yang diselenggarakan SatuPena Sumatera Barat. IMLF fokus pada penguatan literasi, pelestarian bahasa, dan diplomasi budaya melalui buku, sesuai Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa literasi dapat menjadi diplomasi lunak untuk memperkuat persahabatan Indonesia dan India di bidang sastra, pendidikan, dan budaya(Uncu Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *