Batusangkar | MentrengNews. Com – Semangat berkompetisi dan mengasah kemampuan matematika menggema di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Sebanyak 914 peserta dari jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi se-Sumatera Barat ambil bagian dalam The 14th Mathematics Competition yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar hari ini rabu (2/9/2026) di Kampus II.
Mengusung tema “The 14th Mathematics Competition: Transforming Integrative Education Through Global Interconnectivity to Shape a Brilliant Generation Rooted in Local Wisdom and Moderation,” kegiatan ini berlangsung pada 2 dan 5 September 2026.
Kompetisi tersebut menjadi salah satu agenda akademik mahasiswa yang secara konsisten menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk menguji kemampuan, mengembangkan pola pikir, sekaligus membangun keberanian berkompetisi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. Irman, M.Pd. dab dihadiri oleh Dekan FTIK, Dr. H. Ridwal Trisoni,M.Pd, Wadek I, wadek II, Wadek III, Kabag TU, Ka. Prodi selingkup FTIK dan sleuruh jajaran. Dalam sambutannya Dr. Irman menekankan bahwa nilai utama dari sebuah kompetisi tidak semata-mata terletak pada kemenangan.
“Melalui ajang ini bukan hanya sekadar untuk menang, tetapi ada yang lebih penting, yaitu kemauan untuk berkompetisi dan mengasah pola pikir. Itu adalah kemenangan yang sesungguhnya.” ujarnya.
Menurutnya, kompetisi seperti Mathematics Competition memberikan pengalaman penting bagi peserta untuk menghadapi tantangan, menguji kemampuan, dan membangun mental kompetitif secara sehat.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan standar yang telah dipersiapkan panitia.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar panitia. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan pendamping, serta seluruh panitia yang telah mengangkat acara ini,” tegasnya.
Jumlah peserta yang mencapai 914 orang menjadi salah satu catatan penting dalam pelaksanaan Mathematics Competition XIV. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SLTP, SLTA hingga perguruan tinggi di Sumatera Barat. Kehadiran peserta dalam jumlah besar menunjukkan bahwa matematika tidak hanya menjadi mata pelajaran di ruang kelas, tetapi juga memiliki ruang kompetisi yang mampu mempertemukan siswa dan mahasiswa dalam suasana akademik yang kompetitif.
Bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar, tingginya partisipasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan yang digagas mahasiswa mampu menjangkau komunitas pendidikan yang lebih luas. Mathematics Competition menjadi ruang pertemuan antara kampus, sekolah, mahasiswa, siswa, guru, dan pendamping dalam satu atmosfer akademik yang sama.
Sementara itu, Ketua Program Studi Tadris Matematika, Ummul Huda, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kerja keras HMPS Tadris Matematika dalam mempersiapkan kegiatan tersebut. Menurutnya, Mathematics Competition XIV tidak lahir secara instan. Tim HMPS Tadris Matematika telah mempersiapkan kegiatan secara serius sejak jauh hari agar pelaksanaannya dapat berjalan maksimal.
“Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama tim HMPS Tadris Matematika yang sudah mempersiapkan kegiatan secara serius sejak lama. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta dan pendamping dengan membludaknya peserta hingga mencapai 914 orang,” ungkap Ummul Huda.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengambil peran dalam menghadirkan kegiatan akademik yang memiliki daya jangkau luas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa penyelenggara untuk mengembangkan kemampuan manajemen kegiatan, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, dan tanggung jawab profesional.
Mathematics Competition XIV tidak hanya diarahkan untuk menentukan siapa yang memperoleh nilai tertinggi. Lebih dari itu, kompetisi menjadi sarana untuk membangun pola pikir peserta.
Matematika mengajarkan ketelitian, logika, kemampuan menganalisis persoalan, dan keberanian mencari solusi. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda yang akan menghadapi dunia yang semakin kompleks.
Menang tentu menjadi sebuah kebanggaan. Namun, keberanian untuk mengikuti kompetisi, menghadapi soal, menguji kemampuan, menerima hasil, dan belajar dari pengalaman juga merupakan bagian penting dari proses pendidikan.
Tema Mathematics Competition XIV juga menempatkan kegiatan ini dalam konteks yang lebih luas. Transformasi pendidikan melalui konektivitas global diarahkan untuk membentuk generasi yang memiliki wawasan luas tanpa kehilangan akar nilai lokal dan moderasi.
Dengan menghadirkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, kompetisi ini sekaligus membangun konektivitas antargenerasi dalam lingkungan akademik. Di satu sisi, peserta didorong untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan daya saing. Di sisi lain, mereka tetap diarahkan untuk memiliki karakter yang berakar pada kearifan lokal dan nilai moderasi.
Hal tersebut sejalan dengan posisi perguruan tinggi sebagai ruang untuk mengembangkan ilmu sekaligus membentuk karakter generasi masa depan.
Memasuki penyelenggaraan yang ke-14, Mathematics Competition menjadi salah satu tradisi akademik yang terus dikembangkan oleh HMPS Tadris Matematika FTIK UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Konsistensi penyelenggaraan dari tahun ke tahun menunjukkan adanya keberlanjutan program sekaligus kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan sebuah agenda akademik yang memiliki daya tarik bagi peserta dari luar kampus.
Tahun ini, kehadiran 914 peserta memberikan energi baru bagi Mathematics Competition XIV. Bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat eksistensi Tadris Matematika, tetapi juga menjadi bagian dari upaya universitas untuk membuka ruang kolaborasi dan kompetisi bagi generasi muda.
Sebab, pendidikan tidak hanya tentang siapa yang memperoleh nilai tertinggi. Pendidikan juga tentang keberanian mencoba, kemampuan berpikir, kesiapan berkompetisi, dan kemauan untuk terus berkembang.
Dari Mathematics Competition XIV, UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali menunjukkan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang untuk mempertemukan gagasan, mengasah talenta, membangun jejaring, dan menyiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan. (hospiburda)








