Example floating
Example floating
Example 728x250Example 728x250
Daerah

Perdana Ikut Lomba Marandang, Siswa MA Mumtaz Unjuk Gigi Lestarikan Kuliner Minang

×

Perdana Ikut Lomba Marandang, Siswa MA Mumtaz Unjuk Gigi Lestarikan Kuliner Minang

Sebarkan artikel ini

Kota Solok  |  MentrengNews. Com — sejarah baru dengan tampil perdana pada ajang Lomba Rang Mudo Marandang di Taman Istiqlal, Lapangan Merdeka Kota Solok, Sabtu (29/8).

Meskipun madrasah ini baru berdiri pada tahun ajaran 2026, dua santri perwakilan MAM, Shifa dan Husna, tampil percaya diri menunjukkan kreativitas serta semangat melestarikan kuliner khas Minangkabau dalam ajang yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (HIPERMI) Kota Solok tersebut.
Keikutsertaan ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Solok, H. Amril. Ia menyampaikan rasa bangga atas keberanian dan semangat para santri untuk langsung terjun ke tengah masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan santri MA Mumtaz dalam ajang ini. Meski tergolong madrasah baru, semangat mereka untuk menjaga warisan budaya Minangkabau sungguh luar biasa. Madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga wadah pembentukan karakter yang mencintai kearifan lokal,” ujar H. Amril.

Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mumtaz, Ustadzah Surmayanti, didampingi Ustadzah Liza, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pihak penyelenggara.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan HIPERMI Kota Solok. Ini menjadi ajang pembelajaran yang sangat berharga bagi anak-anak kami. Lebih dari sekadar menang atau kalah, yang terpenting adalah keberanian mereka untuk tampil, berproses, dan melestarikan budaya Minangkabau,” ungkap Surmayanti.

Pengalaman pertama ini turut memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Shifa mengaku bangga bisa membawa nama sekolahnya di tingkat kota.

“Saya sangat senang dan bangga. Ini pengalaman pertama kami membawa nama MA Mumtaz. Semoga ke depan kami bisa mengikuti lebih banyak kegiatan dan memberikan hasil terbaik,” tutur Shifa.

Sementara itu, Husna menambahkan bahwa ajang ini mengajarkannya banyak hal tentang warisan tradisi.
“Selain dapat pengalaman baru, kami juga belajar lebih dekat untuk mengenal dan melestarikan kuliner khas Minang. Ini jadi motivasi buat kami untuk terus mencoba hal-hal baru,” tambahnya.

Keikutsertaan perdana ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi santri MA Mumtaz Kota Solok untuk terus mengukir prestasi, mengembangkan potensi, serta aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. (helda/Yulia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *