Example floating
Example floating
Example 728x250Example 728x250
Daerah

Menyapa Masa Depan dari Gerbang Madrasah: Budaya 5S ala MAN Kota Solok

×

Menyapa Masa Depan dari Gerbang Madrasah: Budaya 5S ala MAN Kota Solok

Sebarkan artikel ini

Kota Solok  |  MentrengNews. Com — Komitmen membangun karakter dan budaya positif terus konsisten ditunjukkan oleh MAN Kota Solok. Setiap pagi, sebelum bel masuk berbunyi pada pukul 06.30–07.00 WIB, para guru piket tampak bersiaga di depan gerbang madrasah untuk menyambut kedatangan para siswa melalui jabat tangan, senyuman, dan sapaan hangat.

Kegiatan rutin ini tak hanya bertujuan mencairkan suasana belajar sejak dini, tetapi juga menjadi sarana penegakan kedisiplinan. Sambil menyapa, para guru memastikan kerapian seragam, kelengkapan atribut, hingga ketepatan waktu hadir peserta didik.

Kepala MAN Kota Solok, H. Maidison, S.Pd., M.S.H., menegaskan bahwa pembiasaan ini diproyeksikan untuk menciptakan iklim sekolah yang aman dan responsif.

“Kami ingin anak-anak datang ke madrasah dengan hati yang senang. Sapaan di gerbang ini sederhana, tetapi dampaknya besar untuk membangun kedekatan, rasa aman, dan semangat belajar siswa,” ujar Maidison pada Selasa (1/9/2026).

Respon positif turut dirasakan langsung oleh peserta didik. Syifa Arrahmah, siswi kelas XI, mengaku antusiasme belajarnya meningkat berkat sambutan hangat para pendidik di pagi hari.

“Rasanya senang, baru datang sudah disapa guru. Jadi lebih semangat masuk kelas,” tutur Syifa.
Melalui konsistensi program ini, MAN Kota Solok bertekad membumikan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) secara menyeluruh. Selain mempererat hubungan emosional antara guru dan murid, aksi ini terbukti efektif menjadi ajang pengecekan awal kesiapan siswa sebelum memulai aktivitas belajar mengajar.
Dukungan penuh turut disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok, H. Amril, yang menilai langkah ini sebagai bentuk nyata pendidikan karakter berbasis keteladanan.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk MAN Kota Solok. Pendidikan karakter tidak cukup sekadar diajarkan di dalam kelas, tetapi harus dicontohkan melalui tindakan nyata. Pembiasaan guru menyambut siswa ini adalah wujud keteladanan yang membangun moral, kedisiplinan, serta rasa saling menghargai. Saya berharap pembiasaan positif ini terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya,” tegas H. Amril. (helda/nita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *