Kota Solok | MentrengNews. Com — Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an (PPTQ) Al-Mumtaz Muhammadiyah Kota Solok terus memperkuat pembinaan karakter dan keagamaan para santrinya. Salah satu langkah konkrit yang konsisten dijalankan adalah pembiasaan pelaksanaan Salat Jumat berjamaah di lingkungan pesantren.
Kegiatan rutin ini dirancang tidak sekadar untuk memenuhi kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai sarana menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, rasa tanggung jawab, serta menumbuhkan rasa cinta santri terhadap masjid. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, mulai dari persiapan mandiri, berjalan menuju masjid, menyimak khutbah dengan hikmat, hingga pelaksanaan salat secara berjamaah.
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Solok, H. Amril. Ia menyampaikan bahwa pembiasaan ibadah berjamaah secara konsisten merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan tangguh.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen PPTQ Al-Mumtaz yang terus membiasakan para santri untuk memakmurkan masjid melalui Salat Jumat berjamaah. Kegiatan ini membawa dampak yang sangat positif dalam membentuk karakter kedisiplinan dan spiritualitas anak-anak sejak dini. Ketika pembiasaan baik ini ditanamkan di lingkungan pesantren, kita yakin para santri kelak akan tumbuh menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat,” ujar H. Amril.
Senada dengan hal tersebut, Mudirah PPTQ Al-Mumtaz, Ustadzah Surmayanti, S.TP., menegaskan pentingnya pembiasaan ibadah dalam menunjang proses pendidikan santri secara menyeluruh.
“Alhamdulillah, Salat Jumat berjamaah menjadi salah satu kegiatan rutin yang terus kita biasakan kepada para santri. Harapannya, anak-anak tidak hanya memahami pentingnya ibadah secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kebiasaan baik ini tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam diri mereka,” tutur Ustadzah Surmayanti.
Beliau juga berharap para santri dapat terus menjaga kedisiplinan dalam beribadah serta menjadikan masjid sebagai tempat yang dekat dengan kehidupan mereka, sehingga melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak.
Pembiasaan rutin ini memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap pola pikir dan kedisiplinan peserta didik. Melalui kegiatan ini, para santri terlatih untuk mengelola waktu dengan lebih disiplin, membiasakan diri hadir tepat waktu di masjid, serta mempererat rasa kebersamaan dan keakraban antarsesama santri.
Dampak positif tersebut dirasakan langsung oleh Iqbal, salah seorang santri PPTQ Al-Mumtaz yang mengaku mendapat pelajaran berharga dari rutinitas ini.
“Saya senang mengikuti Salat Jumat berjamaah bersama teman-teman. Dari kegiatan ini kami belajar untuk lebih disiplin dalam beribadah dan datang ke masjid tepat waktu. Semoga kami bisa terus menjaga kebiasaan baik ini, tidak hanya di pesantren tetapi juga ketika berada di luar pesantren,” ungkap Iqbal.
Melalui komitmen yang berkelanjutan ini, PPTQ Al-Mumtaz Muhammadiyah Kota Solok optimistis mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, dan dekat dengan nilai-nilai Islam.(helda/mutia)








