Kota Solok | MentrengNews. Com — Suasana religius menyelimuti kampus MAN Kota Solok pada Jumat pagi (18/9/2026). Seluruh siswa, guru, hingga tenaga kependidikan tampak khusyuk melaksanakan kegiatan pembiasaan Tahfidz Al-Qur’an bersama di kelas tahfidz mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, sebelum proses belajar mengajar dimulai.
Program unggulan rutin ini diawali dengan muraja’ah (mengulang hafalan) serta setoran hafalan Juz 30 dan surat-surat pilihan di bawah bimbingan guru pendamping. Koordinator Tahfidz MAN Kota Solok, Ustadz Gusfitman, menjelaskan bahwa metode yang diterapkan menitikberatkan pada talaqqi dan tikrar, yakni siswa menyimak serta mengulang hafalan hingga benar-benar lancar, dengan evaluasi berkala setiap bulannya.
Manfaat dari rutinitas ini dirasakan langsung oleh para peserta didik. Salah satu siswi kelas XII F3, Nabila Sasih Kirana, mengaku sangat terbantu dalam menjaga konsistensi hafalannya melalui kegiatan bersama tersebut.
“Alhamdulillah, dengan adanya pembiasaan setiap Jumat, hafalan jadi terjaga dan tambah semangat. Apalagi muroja’ah-nya bareng-bareng sama teman-teman,” ujar Nabila.
Kepala MAN Kota Solok, H. Maidison, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen nyata madrasah dalam membina karakter peserta didik secara berkelanjutan.
“Program tahfidz Jumat pagi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ikhtiar kita untuk membiasakan lisan anak-anak senantiasa basah dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Kami menargetkan setiap lulusan MAN Kota Solok minimal mampu menghafal Juz 30,” tegas Maidison.
Dampak positif dari konsistensi program ini turut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok, H. Amril. Menurutnya, pembiasaan ini memberikan pengaruh signifikan terhadap iklim belajar dan karakter siswa di lingkungan madrasah.
“Pembiasaan tahfidz yang konsisten setiap Jumat pagi ini tidak hanya mengasah daya ingat dan fokus belajar siswa, tetapi juga menanamkan ketenangan jiwa serta akhlakul karimah dalam keseharian mereka. Ketika Al-Qur’an dijadikan fondasi utama di sekolah, kita sedang menyiapkan generasi masa depan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki benteng moral yang kokoh,” ungkap H. Amril.
Melalui sinergi dan rutinitas pembiasaan ini, pihak madrasah berharap dapat melahirkan lulusan berjiwa Qurani yang siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.(helda/nita)








