Batusangkar | MentrengNews. Com — Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar mematangkan persiapan pelaksanaan The 11th Batusangkar International Conference (BIC) 2026 yang akan resmi dimulai Sabtu, 10 Oktober 2026, di Auditorium Kampus II UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Konferensi internasional yang berlangsung selama dua hari, 10–11 Oktober 2026, ini diselenggarakan secara hybrid, dengan menghadirkan peserta secara langsung dan daring melalui Zoom Meeting.
Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., mengungkapkan kebanggaannya atas kesiapan panitia dalam menyelenggarakan konferensi internasional tersebut. Menurutnya, BIC merupakan agenda akademik penting yang memberi ruang bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk bertukar gagasan, memperluas kolaborasi, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan zaman.
“Kami bangga dan mengapresiasi kesiapan panitia dalam menyelenggarakan BIC ke-11. Kami berharap konferensi ini tidak hanya berjalan sukses, tetapi juga menghasilkan pertukaran gagasan, kolaborasi penelitian, dan kontribusi akademik yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” ungkap Marjoni.
Ia menambahkan, penyelenggaraan konferensi internasional menjadi bagian dari komitmen Pascasarjana UIN MY Batusangkar untuk terus mengembangkan tradisi akademik yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada kualitas. Melalui forum ini, hasil penelitian dan pemikiran akademik diharapkan tidak berhenti pada ruang diskusi, tetapi dapat menjadi pijakan bagi pengembangan ilmu dan penyelesaian persoalan nyata.
Ketua Panitia BIC ke-11, Dr. Muhammad Husni Shidqi, M.A., juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme narasumber, presenter, dan peserta yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut. Partisipasi mereka, baik secara langsung maupun daring, menunjukkan pentingnya forum ilmiah internasional sebagai ruang berbagi pengetahuan lintas disiplin dan negara.
“Antusiasme narasumber, presenter, dan peserta menjadi energi positif bagi penyelenggaraan BIC ke-11. Kami berupaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik agar setiap peserta memperoleh ruang yang bermakna untuk mempresentasikan penelitian, berdiskusi, dan membangun jejaring akademik,” ujar Husni.
Ia menjelaskan, panitia menyiapkan pelaksanaan konferensi agar sesi pembukaan, penyampaian materi oleh para pembicara, serta presentasi makalah dapat berlangsung secara optimal. Format hybrid juga memungkinkan akademisi dari berbagai wilayah dan negara untuk berpartisipasi tanpa dibatasi jarak geografis.
BIC ke-11 tahun ini mengusung tema “Synergy for a Sustainable Future: Transforming Education, Technology, Economy, Law, and Psychology through Islamic Values.” Tema tersebut menekankan pentingnya sinergi lintas disiplin dalam membangun masa depan berkelanjutan dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan transformasi pendidikan, teknologi, ekonomi, hukum, dan psikologi.
Konferensi ini menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Nur Rianto Al Arif, M.Si., Guru Besar Ekonomi Islam sekaligus Asisten Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, sebagai keynote speaker. Sementara itu, pembicara undangan berasal dari Indonesia dan sejumlah institusi internasional, yakni Prof. Dr. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd. dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar; Prof. Dr. Abdul Naeem Arafah Mahmoud dari Al-Azhar University, Kairo, Mesir; Assoc. Prof. Dr. Amalia Madihie dari Universiti Malaysia Sarawak; Dr. Muhammad Zakir bin Husain dari Sultan Sharif Ali Islamic University (UNISSA), Brunei Darussalam; serta Aftab Haider, Ph.D., dosen bidang studi hukum di Sarhad University of Science and Technology, Pakistan.
Melalui BIC ke-11, UIN Mahmud Yunus Batusangkar memperkuat perannya sebagai ruang pertemuan akademik yang menghubungkan pengetahuan, penelitian, dan kolaborasi internasional. Konferensi ini diharapkan tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan dan penelitian yang relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan berkelanjutan. (hospiburda)










