Padang Panjang | MentrengNews. Com — Dua santri terbaik Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah Al-Mumtaz Kota Solok mengukir pengalaman berharga dalam ajang Jaulah Santri Film Festival (SANFFEST) 2026 yang berlangsung di Perguruan Diniyyah Putri, Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu (17/10/2026).
Dalam ajang tingkat regional tersebut, MA Muhammadiyah Al-Mumtaz mengutus Husna Ramadhani dan M. Iqbal Efendi. Kedua santri didampingi langsung oleh tenaga pendidik, Ustadzah Yulia Prima Putri, S.H., untuk menimba ilmu perfilman lintas negara bersama para praktisi dan sineas papan atas.
SANFFEST 2026 menghadirkan deretan narasumber internasional dan nasional, di antaranya sutradara ternama asal Palestina, Mr. Ameen Nayfeh—sutradara film 200 Meters—serta aktor kenamaan Indonesia, Mario Irwinsyah, dan Direktur Program SANFFEST 2026, Fadhli Sapawie.
Dalam sesi materi, Mr. Ameen Nayfeh membagikan proses kreatif pembuatan film 200 Meters yang mengangkat realitas perjuangan, nilai kemanusiaan, serta ketahanan keluarga di tengah situasi geopolitik yang kompleks. Melalui paparannya, peserta diajak memahami bagaimana sinema dapat menjadi media efektif untuk menyampaikan kisah dan nilai moral kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Mario Irwinsyah menekankan pentingnya kedisiplinan, pendalaman karakter, serta kerja sama tim dalam seni peran. Menurutnya, dunia perfilman menuntut keberanian untuk mencoba, kemauan belajar secara konsisten, dan kedalaman rasa.
Keikutsertaan santri Kota Solok dalam ajang perfilman ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok, H. Amril, S.Ag., M.M. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam membuka cakrawala berpikir santri di era digital.
“Kami sangat bangga atas partisipasi santri MA Muhammadiyah Al-Mumtaz Kota Solok di SANFFEST 2026. Ini membuktikan bahwa santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki potensi besar untuk bersaing di dunia seni kreatif dan media sinema,” ujar H. Amril.
H. Amril berharap pengalaman berinteraksi dengan sineas internasional dapat mendorong lahirnya karya-karya dakwah kreatif dari kalangan santri Kota Solok.
“Kami berharap melalui kegiatan ini para santri mampu memperluas wawasan, meningkatkan daya kritis, serta memanfaatkan media film sebagai sarana dakwah yang edukatif, berkarakter, dan membawa pesan kedamaian. Semoga ilmu yang didapat bisa ditularkan kepada teman-teman di pesantren dan menginspirasi generasi muda lainnya,” tuntasnya.
Bagi Husna Ramadhani dan M. Iqbal Efendi, kegiatan ini memberikan kesan mendalam. Keduanya mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai integrasi nilai keislaman dan industri kreatif.
“Ini pengalaman yang luar biasa bagi kami. Kami tidak hanya belajar teknik cerita dan perfilman langsung dari sutradara internasional dan aktor profesional, tetapi juga bertemu dengan rekan-rekan santri dari pelbagai pesantren se-Sumatera Barat. Ini memicu semangat kami untuk terus berkarya,” ungkap Husna di sela-sela kegiatan.
Pendamping kontingen, Ustadzah Yulia Prima Putri, S.H., menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan komitmen nyata madrasah dalam mendukung pengembangan potensi, bakat minat, serta pola pikir terbuka (open-minded) bagi para santri di luar ruang kelas formal.
Keikutsertaan dalam SANFFEST 2026 menegaskan peran MA Muhammadiyah Al-Mumtaz Kota Solok sebagai lembaga pendidikan Islam yang adaptif, inovatif, serta bertekad mencetak generasi muda berkarakter dan siap berkontribusi dari pesantren untuk Indonesia. (helda/yulia)










