Jakarta | MentrengNews. Com – Keubitbit menghormati keputusan Riga Music Week 2026 di Latvia untuk menarik undangan penampilan mereka yang sebelumnya telah dikonfirmasi dan diumumkan. Bagi grup musik asal Jakarta ini, perubahan rencana tersebut menjadi bagian dari dinamika perjalanan internasional yang sekaligus membuka ruang untuk memahami perbedaan perspektif dalam pertukaran budaya lintas negara.
Undangan untuk tampil pada 4 November 2026 telah dikonfirmasi oleh Keubitbit pada September lalu. Pada 1 Oktober 2026, nama band tersebut sempat diumumkan melalui kanal resmi festival sebelum undangan ditarik pada hari yang sama. Dalam komunikasi tertulisnya, Riga Music Week menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan kebijakan mereka terhadap partisipasi dalam kegiatan musik di Rusia setelah invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, termasuk penampilan Keubitbit di Moscow Jazz Festival.
Keubitbit memahami bahwa setiap penyelenggara memiliki prinsip, tanggung jawab, dan konteks sejarah yang memengaruhi keputusan artistik mereka. Band ini menghormati hak Riga Music Week untuk menentukan sikap sesuai dengan prinsip yang mereka pegang.
Di sisi lain, Keubitbit memandang pengalaman tampil di Rusia sebagai bagian dari perjalanan musikal dan profesional mereka. Partisipasi tersebut merupakan keterlibatan dalam kegiatan musik, bukan pernyataan dukungan terhadap perang Rusia di Ukraina maupun agenda politik negara Rusia. Bagi band ini, pengalaman tersebut tetap memiliki nilai dalam perjalanan mereka sebagai musisi Indonesia yang memperkenalkan karya kepada audiens internasional.
“Kami menghormati keputusan Riga Music Week dan memahami bahwa setiap institusi memiliki pertimbangan serta prinsip yang harus mereka pegang. Kami juga tidak menyesali perjalanan dan pengalaman bermusik yang telah kami jalani di Rusia. Bagi kami, pengalaman itu merupakan bagian dari perjalanan sebagai musisi, kesempatan untuk belajar, bertemu dengan orang-orang dari latar belakang berbeda, dan memperkenalkan musik kami kepada pendengar yang lebih luas. Kami berharap perbedaan perspektif seperti ini tetap bisa disikapi dengan saling menghormati.”
Bagi Keubitbit, musik selalu menjadi ruang untuk mengenal budaya, berbagi pengalaman, dan membangun hubungan antarmanusia. Berangkat dari Jakarta dengan inspirasi kekayaan bunyi Aceh dan Nusantara, band ini terus mengembangkan musik yang mempertemukan akar tradisi dengan eksplorasi kontemporer.
Perjalanan internasional mereka telah membawa Keubitbit ke sejumlah panggung di Belanda, Rusia, Bulgaria, dan Kanada. Setiap perjalanan memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berbeda, baik dalam proses bermusik maupun dalam memahami keberagaman konteks sosial dan budaya di berbagai negara.
Perubahan rencana penampilan di Latvia tidak mengubah komitmen Keubitbit untuk terus berkarya dan membuka kesempatan kolaborasi lintas budaya. Band ini akan tetap berfokus pada pengembangan musik, penyampaian pesan-pesan positif melalui karya, serta upaya memperkenalkan kekayaan bunyi Aceh dan Nusantara kepada khalayak yang lebih luas.
Bagi Keubitbit, menghormati keputusan pihak lain dan tetap berdiri pada pemahaman atas perjalanan sendiri merupakan dua hal yang dapat berjalan berdampingan. Setiap pengalaman, termasuk perubahan rencana, menjadi kesempatan untuk belajar dan melangkah dengan perspektif yang lebih luas.
Ke depan, Keubitbit berharap dapat terus bertemu dengan audiens, musisi, dan komunitas budaya dari berbagai belahan dunia. Melalui musik, mereka ingin menjaga ruang dialog tetap terbuka, merayakan keberagaman, dan membawa cerita dari Indonesia ke panggung internasional. (Ysf)










