Mentreng.com | Tanjung Baru – Tim gabungan TNI-POLRI dan instansi terkait pada hari Minggu (09/05/2021) menggelar penyekatan Larangan Mudik Lebaran di Pos Pantau Penyekatan simpang Tanjung Alam, Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, yang merupakan perbatasan Kabupaten Tanah Datar dengan Limapuluh Kota.
Kegiatan penyekatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Tanjung Baru, sesuai Surat Edaran (SE) Satgas COVID-19, Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Anggota Koramil 09/Salimpaung yang bertugas sebagai Babinsa Nagari Tanjung Alam mengatakan bahwa, kendaraan berpelat luar Tanah Datar atau luar Sumatera Barat pada umumnya dan kendaraan berpelat lokal yang dicurigai membawa pemudik diberhentikan dan diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraan maupun kartu identitas para penumpangnya.
“Hari ini kita lakukan penyekatan larangan mudik di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dengan Limapuluh Kota tepatnya di Pos Pantau Penyekatan simpang Tanjung Alam. Untuk kendaraan berplat luar kota kita arahkan putar balik atau kembali,” kata Babinsa kepada awak media di lokasi.
Sementara untuk jalan alternatif atau jalan tikus, juga dilakukan penyekatan guna mengantisipasi pemudik yang tidak mematuhi anjuran pemerintah.
Dandim 0307/TD Letkol Inf Wisyudha Utama di wakili Danramil 09/Slp melalui Babinsa mengatakan, “Kegiatan penyekatan ini untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 di wilayah Kabupaten Tanah Datar. Virus corona tidak hanya menyebar melalui orang dengan gejala, tapi juga bisa dari orang yang tanpa gejala. Kapan dan di mana bisa terpapar virus tersebut. Untuk sementara waktu tunda dulu untuk mudik lebaran. Sayangi diri dan keluarga,” ucap Babinsa.
Babinsa menambahkan bahwa sejak dimulainya Operasi Ketupat 2021 tanggal 6 Mei 2021 kemarin, sudah banyak kendaraan berpelat luar Sumbar yang dikembalikan.
“Aturan dan dasar peniadaan mudik lebaran tahun ini sudah jelas. Hingga saat ini sudah banyak kendaraan dari luar Sumbar kita arahkan untuk putar balik. Semua demi kebaikan bersama, jangan sampai terjadi seperti tsunami COVID-19 di India. Gunakan media komunikasi yang sudah ada sebagai penganti rasa kangen saudara, keluarga, atau teman dekat,” kata Babinsa.**








