Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

PPDB Di SMPN 1 Harau, Masih Diserbu Siswa Jalur Prestasi

×

PPDB Di SMPN 1 Harau, Masih Diserbu Siswa Jalur Prestasi

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com  |  Limapuluh Kota – Seluruh Sekolah dan Madrasah di semua tingkatan saat ini tengah melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2021/2022, tak terkecuali SMPN 1 Harau yang berada di Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluhkota, Sumbar.

Seperti yang terlihat pada Rabu pagi (07/6), Panitia PPDB tengah melayani para calon siswa yang akan mendaftarkan diri. Kegiatan PPDB di SMPN 1 Harau dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19.

Dengan adanya calon siswa baru yang datang ke SMPN 1 Harau, menandakan penerimaan PPDB tidak hanya melalui daring atau Online saja akan tetapi juga melalui Offline.

“SMPN 1 Harau memberi kelonggaran kepada siswa zonasi dengan pendaftaran manual atau Offline dan siswa prestasi dengan pendaftaran Online dikarenakan beberapa daerah di kabupaten ada yang belum terjangkau sinyal,” terang Kepala SMPN 1 Harau M Yusuf Lubis saat ditemui media di ruangannya.

Lubis mengatakan pihak sekolah mewajibkan calon peserta didik yang datang untuk selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan proses pendaftaran.

PPDB harus sesuai dengan Permendikbud Nomor 1 tahun 2021 tentang PPDB yang mengatur penerimaan siswa ada empat kategori, yaitu jalur prestasi, afirmasi, pindah tugas orang tua, dan zonasi.

Dari keterangan kepala sekolah yang ramah itu, siswa dari jalur prestasi di SMPN 1 Harau yang mendaftar berjumlah 78 orang, namun yang diterima hanya 56 orang saja. Kemudian, jalur prestasi terbagi dua yaitu akademik dan non akademik.

“Akademik lewat prestasi rapor atau nilai sedangkan untuk non akademik adalah siswa yang berprestasi dan pernah mewakili kabupaten dan kecamatannya,” tambah Lubis.

Untuk wilayah zonasi dalam SMPN 1 Harau mencakup 16 SD Negeri dan 1 SD swasta Al-Kautsar di kecamatan Harau.

“Peserta didik di luar zonasi yang belum diterima atau sudah melampaui kuota ketika mendaftar, disarankan kembali ke daerah asalnya agar SMP di daerah asal mempunyai siswa berprestasi dan bisa membuat harum nama sekolah tersebut,” ujar kepala sekolah yang dikenal akrab dengan jajaran guru di Limapuluh Kota itu.(bee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *