Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Limapuluh Kota Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka, SMAN 1 Lareh Sago Halaban Gunakan Sistim Ganjil Genap

×

Limapuluh Kota Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka, SMAN 1 Lareh Sago Halaban Gunakan Sistim Ganjil Genap

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com  |  Limapuluh Kota – Dampak pandemi Covid-19 sangat terasa di berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Pemerintah bahkan telah mengeluarkan beragam kebijakan tentang social distancing dan physical distancing untuk mencegah penyebaran dan penularan Corona Virus Disease.

Kebijakan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 juga diimplementasikan dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, dengan dikeluarkannya surat edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan, dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Pasti, langkah tersebut digunakan untuk menekan dan menimalisir penyebaran virus dimaksud.

” Saat ini, pembelajaran tatap muka telah mulai dilaksanakan di Limapuluh Kota berdasarkan Peraturan Bupati yang mengacu kepada edaran dan peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud),” ungkap Kepala SMA Negeri 1 Lareh Sago Halaban, Arizon M.Pd

Dikatakan Arizon, sekolah yang dipimpinnya, SMAN 1 Lareh Sago Halaban juga telah melakukan tatap muka sesuai surat edaran Bupati Limapuluh Kota didasari peraturan Mendikbud, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Agama.

“Pembelajaran kami lakukan dengan sistim hitungan genap/ganjil. Seminggu kelas ganjil dan seminggu kelas genap. Artinya, kelas ganjil diikuti siswa yang absensinya nomor ganjil dan kelas genap yaitu siswa yang di absensinya dapat nomor genap, dengan mata pembelajaran tetap sama.

“Namun siswa yang pembelajaran tidak tatap muka, tetap di berikan penugasan secara daring, seperti pembelajaran di goggle klas room, atau melalui whatsapp,” jelasnya,

Kepala SMAN 1Lareh Sago Halaban ini menilai, pembelajaran tatap muka tetap penting, karena siswa akan lebih paham dengan materi pembelajaran.

” Apalagi dengan keluhan pembelajaran daring yang kondisinya banyak kendala, seperti paket internet, atau karena gangguan sinyal HP. Gangguan ini lebih dirasakan siswa yang berada di daerah blankspot, atau kawasan yang tidak terjangkau oleh sinyal internet,” sebut Arizon.

Namun demikian, Arizon memastikan, bagi siswa yang jauh dari jangkauan internet, SMAN 1 Lareh Sago Halaban menyediakan fasilitas yang bisa digunakan siswa pada ruangan komputer sekolah(bee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *