Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Anggota Koramil 07/Rbt Motivasi Masyarakat Cara Melaksanakan Tanaman Tumpang Sari

×

Anggota Koramil 07/Rbt Motivasi Masyarakat Cara Melaksanakan Tanaman Tumpang Sari

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com  |  Rambatan – Tumpang sari adalah suatu bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan.

Anggota Koramil 07/Rambatan Kodim 0307/TD Serda Anton Sujarwo bersama Babinsa lainnya melaksanakan kegiatan inovatif masyarakat, Jum’at (10/12/2021) Pukul 08.00 wib.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan tentang menginovasi masyarakat dalam rangka memberikan penyuluhan tentang tanaman Tumpang Sari di sela-sela lahan kosong yang bertempat di Jorong Kinawai Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan.

Dandim 0307/TD Letkol inf Wisyudha Utama Diwakili Danramil 07/Rbt Kapten Kav Hendra menerangkan,Tumpang sari adalah suatu bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan.

Tumpang sari yang umum dilakukan adalah penanaman dalam waktu yang hampir bersamaan untuk dua jenis tanaman budidaya yang sama, seperti jagung dan kedelai, atau jagung dan kacang tanah.

Penanaman yang dilakukan segera setelah tanaman pertama dipanen (seperti jagung dan kedelai atau jagung dan kacang panjang) dikenal sebagai tumpang gilir (relay cropping).

Tumpang sari dapat pula dilakukan pada pertanaman tunggal (monokultur) suatu tanaman perkebunan besar atau tanaman kehutanan sewaktu tanaman pokok masih kecil atau belum produktif. Hal ini dikenal sebagai tumpang sela (intercropping). Jagung atau kedelai biasanya adalah tanaman sela yang dipilih.

Pola penanaman tumpang sari dapat memaksimalkan lahan dibandingkan pola monokultur karena:

Hasil panen pada lahan tidak luas bisa beberapa kali dengan usia panen dan jenis tanaman berbeda.
petani mendapat hasil jual yang saling menguntungkan atau menggantikan dari tiap jenis tanaman berbeda dan,
risiko kerugian dapat ditekan karena terbagi pada setiap tanaman.
Penggunaan pupuk majemuk dalam tumpang sari lebih menguntungkan karena:

lebih murah dibandingkan dengan pupuk tunggal dan,
pemakaiannya sekali.
Namun sistem teknologi model tersebut masih sedikit orang yang melaksanakannya, ucap Danramil mengakhiri.

Kegiatan yg dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan produksi dan ketahanan pangan bagi masyarakat sekitar.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *