Mentreng.com | Sumbar – Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi KItabullah, merupakan filosofi hidup yang di pegang dalam masyarakat Minangkabau, yang menjadikan ajaran Islam sebagai satu satunya landasan dan atau pedoman tata pola perilaku dalam berkehidupan.
“Falsafah budaya Minang dalam Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah merupakan salah satu filosofi hidup yang dipegang dalam masyarakat Minangkabau, yang menjadikan Islam sebagai landasan utama dalam tata pola prilaku dalam nilai – nilai kehidupan. Dengan kata lain, Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah merupakan kerangka kehidupan sosial baik horizontal – vertikal maupun horizontal – horizontal.”
Dengan adanya ketegasan dari Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa P, SH. S.Ik. MH dalam rangka membasmi maksiat di Sumbar maka, Mahkamah Adat Alam Minangkabau (MAAM) mendukung dan mengapresiasi Polda Sumbar dalam pemberantasan maksiat di ranah Minang dan meminta kepada Kapolda Sumbar untuk ungkap semua tempat maksiat yang di beking oknum aparat, seperti yang disampaikan ketua harian MAAM Haji Exto Tentri,ST. Datuk Majo Dirajo melalui Ketua Bidang Humas Mahkamah Adat Alam Minangkabau, MYT Pangulu Rajo Alam, Rabu (12/01/2022).
H.Exto Tentri,ST Dt.Majo Dirajo mengapresiasi seperti yang
Ditegaskan, Kapolda Sumbar menerangkan bahwa ranah minang yang sesuai dengan moto “Adat Basandi Syara’ dan Syara’ Basandi Kitabullah”, maka akan menindak tegas apabila ada anggotanya yang melindungi tempat-tempat maksiat.
“Ini merupakan lampu kuning bagi tempat maksiat yang ada di Sumbar. Itu sebagai komitmen bapak Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa,” pungkasnya.**








